Jumat, 24 Agustus 2012

Renungan Harian: Rabu 29 Agustus 2012

Renungan Harian:  Rabu 29 Agustus 2012

Mat 23:27-32

Pada waktu itu Yesus bersabda, "Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kalian orang-orang munafik, sebab kalian itu seperti kuburan yang dilabur putih. Sebelah luarnya memang tampak bersih, tetapi sebelah dalamnya penuh tulang-belulang dan pelbagai jenis kotoran. Demikianlah pula kalian, dari sebelah luar nampaknya benar, tetapi sebelah dalam penuh kemunafikan dan kedurjanaan. Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kalian orang-orang munafik, kalian membangun makam bagi nabi-nabi dan memperindah tugu peringatan bagi orang-orang saleh, dan sementara itu kalian berkata, 'Seandainya kami hidup pada zaman nenek moyang kita, tentulah kami tidak ikut membunuh para nabi.' Tetapi dengan demikian kalian bersaksi melawan dirimu sendiri, bahwa kalian keturunan pembunuh nabi-nabi itu. Jadi penuhilah takaran para leluhurmu!"

 

Belajar Keperwiraan

Keperwiraan apakah yang harus kita pelajari dari para nabi? Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat menaruh bela rasa terhadap nabi-nabi Israel terdahulu. Mereka memperindah, mengukir, dan menjadikan makam mereka menjadi tempat untuk perziarahan. Dengan suatu sikap penuh kebanggaan, mereka mencuci tangan atas kematian para nabi itu. Tetapi mereka tidak pernah belajar dari para nabi. Itulah yang dicela Yesus atas mereka.

Tidak cukup bela rasa, tetapi belajar menjadi perwira. Itulah hendaknya dilakukan Herodes, ketika putrinya Salome meminta kepala Yohanes Pembaptis di atas talam. Ketakutannya untuk membela rasa orang banyak tidak mampu menghindari pemenggalan kepala itu. Ia tidak mau memiliki keperwiraan seperti Yohanes Pembaptis untuk menyuarakan kebenaran, menegur kesalahan.

Kematiannya menyerukan pertobatan bagi orang-orang pada zamannya dan masa kita. Begitu banyak orang yang mau berbela rasa dengan omong-omong tentang keprihatinan, kepedulian, dan ketidakadilan. Tetapi di manakah aksi-aksi keperwiraan Yohanes Pembaptis kita temukan? (MARS)

 

Pelita Hati: Suarakanlah kebenaran dengan menegur kesalahan.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar