Senin, 13 Agustus 2012

Renungan Harian: Rabu 15 Agustus 2012

Renungan Harian: Rabu 15 Agustus 2012

Luk 1:39-56

Beberapa waktu sesudah kedatangan Malaikat Gabriel, bergegaslah Maria ke pegunungan menuju sebuah kota di wilayah Yehuda. Ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimya, dan Elisabet pun penuh denga Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring, "Diberkatilah engkau di antara semua wanita, dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Sungguh, berbahagialah dia yang telah percaya, sebab firman Tuhan yang dikatakan kepadanya akan terlaksana." Lalu kata Maria, "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku, dan nama-Nya adalah kudus. Rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya, dan menceraiberaikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya, dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham .....

 

MARIA DIANGKAT KE SURGA

Hidup manusia sering digambarkan sebagai suatu perjalanan yang jauh dengan suka dan dukanya, dengan kegagalan dan keberhasilannya. Dan bila ada orang yang telah mendahului menempuh jalan yang sulit dan berbahaya itu, maka akan lebih mudahlah bagi yang lain untuk mengikutinya. Perintis yang telah berhasil itu akan menunjukkan jalan dan memberi dorongan yang kuat. Maka betapa bahagialah bila akhirnya tujuan perjalanan itu dapat dicapai dengan selamat.

Bunda Maria tidak terlepas dari cobaan-cobaan iman seperti yang kita alami. Dialah Bunda dukacita, Bunda kaum beriman, pola masa depan kita. Kini ia telah diangkat ke surga dengan jiwa dan raganya. Ia ikut serta secara istimewa dalam kejayaan Kristus atau maut, kebencian, dan ketakutan.

Bunda Maria telah menanggapi rahmat Allah dengan sempurna. Tujuan Gereja telah terlaksana dalam diri Bunda Maria. Dengan kehidupan biasa sehari-hari seturut teladan Bunda Maria orang harus menyadari kelemahan serta kemiskinannya sebagai manusia, agar dengan demikian terbuka dan peka terhadap panggilan penyelamatan Kristus. Maka hidupnya akan merupakan suatu syukur terus-menerus atas segala karya besar yang dapat dilaksanakan (HN).

 

Pelita Hati: Hidup Maria adalah syukur terus-menerus, sehingga Allah meninggikan dia. Apakah kita mau mengikuti teladan hidupnya?

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar