Minggu, 05 Agustus 2012

Renungan Harian: Rabu 08 Agustus 2012

Renungan Harian: Rabu 08 Agustus 2012

Mat 15:21-28

Pada suatu hari Yesus menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon. Maka datanglah seorang wanita Kanaan dari daerah itu dan berseru, "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud. Anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita." Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawab.

Lalu para murid Yesus datang dan meminta kepada-Nya, "Suruhlah wanita itu pergi, sebab ia mengikuti kita sambil berteriak-teriak." Jawab Yesus, "Aku diutus hanya kepada domba-domba umat Israel yang hilang."

Tetapi wanita itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata, "Tuhan, tolonglah aku!" Yesus menjawab, "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." Kata wanita itu lagi,"Benar Tuhan, tetapi anjing-anjing pun makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya." Bersabdalah Yesus kepadanya,"Hai ibu, sungguh besar imanmu! Terjadilah bagimu seperti yang kau kehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

 

IMAN SEORANG WANITA BUKAN YAHUDI

Berbeda dengan Markus, Matius berkata, bahwa wanita Kanaan datang dari wilayah Yahudi dan mengakui Yesus sebagai Mesias. Lagi pula Yesus menyatakan, bahwa Ia diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel saja.

Akan tetapi, perlu diingat, bahwa ada perbedaan antara dua pengarang Injil ini dalam hal menggambarkan kegiatan Yesus di hadapan umum. Injil Matius memberi kesan, bahwa Yesus tidak terlalu sibuk berkarya di hadapan khalayak ramai. Sebaliknya, dalam Injil Markus, Yesus sangat aktif. Oleh karena itu, sangat kontraslah gambaran yang disajikan dalam cerita ini, sewaktu Matius mengatakan, bahwa Yesus kagum melihat iman wanita kafir itu.

Dalam kejadian-kejadian semacam ini dapat diterka, betapa besarlah pengaruh peristiwa-peristiwa tertentu pada diri Yesus, guru yang muda itu, sebelum Ia memperdalam kesadaran-Nya akan panggilan-Nya sebagai Mesias (HN).

 

Pelita Hati: Iman yang teguh dan tulus akan menghasilkan buah yang manis bagi orang lain.

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar