Senin, 13 Agustus 2012

Renungan Harian: Kamis 16 Agustus 2012

Renungan Harian: Kamis 16 Agustus 2012

Mat 18:21-19:1

Sekali peristiwa datanglah Petrus kepada Yesus dan berkata, "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kalikah?" Yesus menjawab, "Bukan hanya sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. Sebab hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Setelah ia mulai mengadakan perhitungan, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. Tetapi karena orang itu tidak mampu melunasi utangnya, raja lalu memerintahkan supaya ia beserta anak isteri dan segala miliknya dijual untuk membayar hutangnya. Maka bersujudlah hamba itu dan menyembah dia, katanya  "Sabarlah dahulu, segala utangku akan kulunasi." Tergeraklah hati raja oleh belas kasih akan hamba itu, sehingga hamba itu  dibebaskannya dan utangnya pun dihapusnya. Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Kawan itu segera ditangkap dan dicekik, katanya : Bayarlah utangmu! Maka sujudlah kawan itu dan minta kepadanya: "Sabarlah dahulu, utangku itu akan kulunasi.

Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya ke dalam penjara sampai semua utangnya ia lunasi. Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih, lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. Kemudian raja itu memerintahkan memanggil orang itu dan berkata kepadanya : "Hai hamba jahat! Seluruh utangmu telah kuhapuskan.....

 

PENGAMPUNAN DIPERLUKAN

Di mana hubungan cinta ditekankan, pengampunan harus selalu disediakan, bila perlu ditawarkan. Bukankah Tuhan memerintahkan berdamai dahulu, sebelum orang maju mempersembahkan kurban? Hubungan kita dengan Tuhan belum akan pulih kembali, bila kita belum memberi pengampunan penuh kepada sesama, seperti yang kita harapkan bagi kita sendiri: bila perlu sampai tujuh puluh kali tujuh kali.

Bila dendam dan marah begitu hebat mengancam dunia, kita dalam dunia kecil dan dunia besar dapat memulai dengan kampanye pengampunan. Mulai dengan pengampunan di dalam hati, dalam tutur kata, dalam sikap terhadap orang lain, golongan lain, bangsa, dan negara lain. Hal ini dapat dikonkretkan lagi dalam hubungan damai, saling mengampuni, antaranggota komunitas, keluarga, teman sejawat, sekerja. Kita dapat berlatih untuk berdamai dan mengampuni lebih cepat, lebih rela, tidak menyimpan, tidak mendendam. Begitu banyak marah, emosi, rasa tersinggung dalam diri manusia. Bila tidak ada pengampunan, dari dalam dirinya sendiri manusia akan mengalami kebinasaan (HN).

 

Pelita Hati: Pengampunan harus dimulai dari diri sendiri, yaitu dalam hati, tutur kata, dan sikap terhadap orang lain.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar