Minggu, 05 Agustus 2012

Renungan Harian: Kamis 09 Agustus 2012

Renungan Harian: Kamis 09 Agustus 2012

Mat 16:13-23

Sekali peristiwa Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi.  Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" Jawab mereka,"Ada yang mengatakan : Yohanes Pembaptis; ada juga yang mengatakan: Elia, dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." Lalu Yesus bertanya kepada mereka, "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus, "Engkaulah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Kata Yesus kepadanya,"Berbahagialah engkau, Simon anak Yunus, sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku di surga. Dan Aku pun berkata kepadamu,

''Engkaulah Petrus, dan di atas batu karang ini akan Kudirikan jemaat-Ku, dan alam maut takkan menguasainya. Kepadamu akan kuberikan kunci Kerajaan Surga. Apa saja yang kauikat di dunia ini akan terikat di surga, dan apa saja yang kau lepaskan di dunia ini akan terlepas di surga." Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya memberitahukan kepada siapa pun, bahwa Dialah Mesias. Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa ia harus pergi ke Yerusalem, dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegur Dia, katanya, "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau." Tetapi Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus, "Enyahlah Iblis!Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau memikirkan bukan yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."

 

KEDUDUKAN UTAMA DAN KASIH

Simon, orang pertama di kalangan kedua belas rasul, serta Yesus dari Nazaret, saling menukarkan gelar-gelar kewibawaan mereka. Petrus mengaku Mesias dalam diri Yesus ("Engkau adalah Kristus"). Ia juga membenarkan asal surgawi kemesiasan Yesus ("Anak Allah yang hidup"). Yesus juga memberi gelar kepada Simon, yakni "Petrus" dan menjadikannya orang yang berkuasa penuh.

Lembaga 'primat' dapat dijelaskan sebagai pemberian langsung yang penuh kasih. Sebab bila keaslian pelayanan uskup terjamin oleh persepakatan persaudaraan dan anggota dewan para uskup, maka dengan sendirinya pula persepakatan persaudaraan itu menjadi norma yang hidup untuk menentukan kebenaran.

Adanya seorang pemimpin dalam dewan para uskup, harus dipandang sebagai pemecahan yang paling tepat dalam tata susunan sedemikian. Kata santo Ireneus: Petrus dan para penggantinya adalah orang-orang "yang mengepalai" kasih (HN).

 

Pelita Hati: Orang yang mempunyai kasih, mengutamakan kehendak Tuhan dalam hidupnya.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar