Selasa, 28 Agustus 2012

Renungan Harian: Jumat 31 Agustus 2012

Renungan Harian:  Jumat 31 Agustus 2012

Mat 25:1-13

Pada suatu hari Yesus mengucapkan perumpamaan ini kepada murid-murid-Nya, "Hal Kerajaan Surga itu seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong pengantin. Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana. Yang bodoh membawa pelita, tetapi tidak membawa minyak. Sedangkan yang bijaksana, selain pelita juga membawa minyak dalam buli-bulinya. Tetapi karena pengantin itu lama tidak datang-datang, mengantuklah mereka semua, lalu tertidur. Tengah malam terdengarlah suara berseru. 'Pengantin datang! Songsong dia!'

Gadis-gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka.

Yang bodoh berkata kepada yang bijaksana, 'Berilah kami minyakmu sedikit, sebab pelita kami mau padam.' Tetapi yang bijaksana menjawab,

'Tidak, jangan-jangan nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kalian. Lebih  baik kalian pergi membelinya pada penjual minyak.' Tetapi sementara mereka pergi membelinya, datanglah pengantin, dan sudah siap sedia masuk bersama dia ke dalam ruang perjamuan nikah. Lalu pintu ditutup. Kemudian datanglah juga gadis-gadis yang lain itu dan....

 

Hikmat Itu Perbuatan

Jangan percaya pada hikmat manusia apalagi di zaman sms-an ini. Banyak orang kirim-kirim kata-kata bijaksana supaya dianggap hebat dan mulia. Tetapi benarkah adanya? Begitukah perilakunya? Sebab hikmat bukanlah hanya kata-kata, tetapi terutama perbuatan kita. Kadangkala saya terdorong untuk menjawab tetapi kebanyakan kutunda. Karena kukira aku belum memiliki hikmat yang sebenarnya.

Gadis-gadis yang bijaksana itu sungguh memiliki hikmat. Jelas dari perbuatan mereka yang mempersiapkan minyak untuk pelitanya. Mereka mungkin mengetahui pepatah "sediakan payung sebelum hujan" dalam bahasa mereka dan cara mereka sendiri. Lalu mereka mempraktikkannya dalam situasi hidup kesehariannya. Hikmat dalam perbuatan ini membawa mereka melewati gerbang dan masuk ke pesta perjamuan kawin. Berapa kali kita terjatuh dalam hikmat kata-kata seperti gadis-gadis yang bodoh itu? Kita kadangkala pandai merangkai kata indah untuk dibaca dan di"sms"kan pada orang lain. Tetapi berapa kali sudah hilang kesempatan indah dan berharga dalam hidup kita karena kita tidak berhikmat dalam perbuatan?

Kita sering tertunda untuk menikmati kemuliaan karena kecerobohan kita. Maka sangat baik kita jika berpaling pada hikmat Tuhan yang menciptakan dan menumbuhkan karya mulia. St. Paulus mengatakan, "Tetapi yang kami beritakan adalah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita". (MARS)

 

Pelita Hati: Hikmat bukanlah hanya kata-kata, tetapi terutama perbuatan kita.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar