Senin, 13 Agustus 2012

Renungan Harian: Jumat 17 Agustus 2012

Renungan Harian: Jumat 17 Agustus 2012

Mat 22:15-21

Sekali peristiwa orang-orang Farisi berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan. Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama orang-orang Herodian bertanya kepada Yesus,

"Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajarkan jalan Allah, dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka. Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Bolehkah membayar pajak kepada kaisar atau tidak?" Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka. Maka Ia lalu berkata, "Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik? Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu!" Mereka membawa suatu dinar kepada Yesus. Maka Yesus bertanya kepada mereka,"Gambar dan tulisan siapakah ini?" Jawab mereka,"Gambar dan tulisan kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka,"Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar, dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah."

 

KEMERDEKAAN YANG BERTANGGUNG JAWAB

Berbahagialah kita dicipta di bumi Indonesia, Negara Pancasila, Negara berke-Tuhanan, di mana kita diberi jaminan untuk menikmati kebebasan beragama, berpolitik, berserikat, dan diberi kesempatan untuk mengembangkan semangat toleransi antara sesama warga negara, yang punya keyakinan sendiri-sendiri. Hal untuk menikmati kebebasan juga mengandung kewajiban untuk bekerja demi keadilan dan kesejahteraan rakyat, berusaha agar semua warga negara dapat mencicipi kebebasannya! Bebas dari tekanan si penguasa, dari intimidasi, dari kemiskinan, dari paksaan sekalipun secara halus.

Dalam bidang sosio-politik umat Katolik tentu saja mempunyai kewajiban yang sama dengan umat-umat lain. Sebab seluruh warga wajib berusaha bersama dengan pemerintah untuk mencapai kesejahteraan bagi segenap rakyat. Kita wajib bekerja sama dengan Pemerintah dalam usahanya untuk terus-menerus menyehatkan struktur politik, sehingga program pembangunan diutamakan dan dilaksanakan sebaik-baiknya. Dalam bidang politik kita perlu mengikuti bimbingan Roh Kudus, dijiwai semangat Kristus (HN).

 

Pelita Hati: Kemerdekaan mengandung kewajiban untuk bekerja demi keadilan dan kesejahteraan bersama.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar