Sabtu, 11 Agustus 2012

Renungan Harian: Jumat 10 Agustus 2012

Renungan Harian: Jumat 10 Agustus 2012

Yoh 12:24-26

Menjelang akhir hidup-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika mati, ia akan menghasilkan banyak buah. Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya. Tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikuti Aku, dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa."

 

MENJADI SAKSI IMAN

Menjadi diakon pada masa Gereja Purba berarti berkarya penuh merawat orang sakit, mengajar, dan membimbing para katekumen. Semua itu dikerjakan oleh Laurensius dengan penuh pengabdian. Ia giat dan cakap. Untuk melindungi harta milik Gereja terhadap nafsu merampas para penganiaya, dibagikannya semua kepada orang miskin. Santo Laurensius menyerahkan diri demi Gereja. Ia menderita sebagai saksi iman dan menghadap Tuhan Yesus Kristus dengan sukacita.

Sebagai saksi iman, kita harus sanggup memberi derma dengan tulus kepada orang yang membutuhkan. Tuhan mengasihi orang yang memberi derma dengan rela. Sering derma itu kehilangan dayanya karena caranya tak diperhatikan. Derma itu dapat dikatakan derma kalau sudah diterima dan hanya dapat diterima dengan cara suka rela.

Menjadi saksi iman dan mengikuti Kristus bukanlah menjadi penonton, melainkan mau menyerupai Dia dalam cinta kasih-Nya, yang berani mengurbankan segalanya demi cinta kasih, bahkan hidupnya sekalipun (HN).

 

Pelita Hati: Menjadi saksi iman berarti orang mengurbankan segalanya demi cinta kasih, bahkan hidupnya sekalipun.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar