Sabtu, 21 Juli 2012

Renungan Harian: Senin 23 Juli 2012

Renungan Harian: Senin 23 Juli 2012

Mat 12:38-42

Sekali peristiwa beberapa ahli Taurat dan orang Farisi berkata kepada Yesus, "Guru, kami ingin melihat suatu tanda daripada-Mu." Jawab Yesus kepada mereka, "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda Nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian pula Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam. Pada waktu penghakiman orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan menghukumnya juga. Sebab orang-orang Niniwe bertobat setelah mendengar pemberitaan Yunus; dan sungguh, yang ada di sini lebih dari pada Yunus! Pada waktu penghakiman ratu dari selatan akan bangkit bersama angkatan ini dan ia akan menghukumnya juga. Sebab ratu itu datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo!"

 

KERAS KEPALA

Dalam suatu rapat terjadi adu pendapat yang sengit. Kedua orang yang beradu pendapat itu tidak ada yang mengalah. Bahkan pimpinan rapat terpaksa menskorsing rapat akibat perbedaan pendapat itu selama setengah jam. Setelah rapat kembali, adu pendapat itu tetap terjadi. Tidak ada yang mengalah, keduanya sama-sama keras kepala. Kekerasan kepala mereka akhirnya tidak menghasilkan apa pun dari rapat itu. Malah sakit hati dan dendam yang membara.

Hal ini agak mirip dengan Injil yang kita dengar hari ini. Dalam Injil hari ini dikisahkan bahwa orang Farisi dan ahli-ahli Taurat selalu tidak percaya akan Yesus. Maka ketika mereka meminta suatu tanda dari Yesus yang membuktikan bahwa Dia adalah Mesias dan utusan Allah, Yesus tidak memberikan tanda apa pun kepada mereka selain tanda nabi Yunus. Tanda nabi Yunus adalah tanda kematian dan kebangkitan Yesus. Melalui tanda ini dinyatakan bahwa ahli Taurat dan orang Farisi adalah orang-orang yang keras kepala. Mereka sendirilah yang menyalibkan Yesus sebagai bentuk kekerasan hati dan pikiran mereka.

Dalam berbagai pengalaman hidup, kita juga sering keras kepala dan tidak mau mengakui kelebihan orang lain. Kita gampang sakit hati sehingga mencari cara untuk menyingkirkan mereka. Marilah kita tinggalkan sifat keras kepala dengan berjiwa kristiani dalam mendukung sesama sesuai kompetensi mereka. Janganlah kita terpengaruh oleh mentalitas haus kuasa dengan menghalalkan segala cara (RBM).

 

Pelita Hati: Keras kepala tidak akan menghasilkan apa pun malah sakit hati dan dendam yang membara.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar