Rabu, 11 Juli 2012

Renungan Harian: Senin 16 Juli 2012

Renungan Harian: Senin 16 Juli 2012

Mat 10:34-11:1

Pada suatu hari Yesus bersabda kepada kedua belas murid-Nya, "Janganlah kalian menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi. Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah seisi rumahnya. Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih daripada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Dan barangsiapa mengasihi puteranya atau puterinya lebih daripada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikuti Aku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya demi Aku, ia akan memperolehnya kembali. Barangsiapa menyambut kalian, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku. Barangsiapa menyambut seorang nabi ....

 

KRISTUS DI ATAS SEGALANYA

Allah tidak berkenan menerima kurban persembahan dari manusia apabila manusia tidak meninggalkan kejahatan. Allah mau menerima kurban dan persembahan itu apabila mereka bertobat. Pertobatan yang dikehendaki Allah, yaitu perubahan tingkah laku yang disertai dengan penghormatan terhadap hak-hak sesama, seperti yatim piatu, membantu yang tertindas, dan membela kaum lemah.

Hal ini agak berbeda dengan pesan Yesus dalam Injil hari ini. Dalam Injil hari ini Yesus bersabda: "Janganlah kalian menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi. Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku." Kristus dapat menimbulkan perpecahan di dalam keluarga berkaitan dengan iman terhadap-Nya bila tidak sama-sama menerima-Nya. Maka, prioritas bagi orang yang memilih Yesus adalah kesetiaan kepada-Nya. Kata-kata Yesus tidak mudah diterima dan selalu menuntut evaluasi atas motivasi untuk mengikuti Dia: "kehilangan untuk mendapat, mati untuk hidup". Hanya dengan mentaati-Nya  dengan iman yang mendalam kita dapat menemukan prioritas hidup kristiani.

Pedang Yesus tidak tajam untuk membunuh, melainkan tajam membawa kehidupan yang benar. Pedang yang membawa kebenaran akan membebaskan dari ketakutan dan dari kemunafikan sehingga berkenan pada-Nya. Sabda ilahi mengungkapkan kepalsuan ibadat-ibadat kita yang tidak disertai dengan kebaikan. Allah berkehendak untuk menciptakan masyarakat yang bebas dari perampasan hak-hak manusia dan memiliki nafas baru yakni solidaritas (SS).

 

Pelita Hati: Pedang Yesus tidak tajam untuk membunuh, melainkan tajam untuk membawa ke kehidupan yang benar.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar