Jumat, 06 Juli 2012

Renungan Harian: Sabtu 7 Juli 2012

Renungan Harian: Sabtu 7 Juli 2012

Mat 9:14-17

Sekali peristiwa datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan bertanya, "Kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi mengapa murid-murid-Mu tidak?" Jawab Yesus kepada mereka,"Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi akan tiba waktunya mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa. Tak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut, pada baju yang tua, karena jika demikian, kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya. Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan...

 

BERPUASA BUKAN DEMI PERATURAN TETAPI AGAR LEBIH SUCI

Seorang bapak sedang melakukan puasa. Selama 40 hari dia sungguh-sungguh berniat menjalankan puasa sesuai ajaran katekis di lingkungannya. Dia hanya sekali makan kenyang sehari, daging tidak dia makan setiap hari Jumat, dan masih banyak pantangan lain yang dia lakukan. Suatu hari dia melihat bahwa tetangganya seorang pengurus gereja makan daging pada hari Jumat. Dia langsung protes dan tak bisa menerimanya, "bagaimana mungkin dia seorang pengurus gereja tidak berpuasa?"

Peristiwa yang mirip terjadi pada para murid Yohanes dan orang Farisi, yang merasa bahwa mereka telah melakukan kewajiban puasa dengan baik. Melihat bahwa murid Yesus tidak melakukan puasa, maka mereka menegur murid Yesus dengan berkata, "Kami dan orang Farisi sudah berpuasa tetapi mengapa murid-Mu tidak?" Murid-murid Yohanes tidak bisa menerima bahwa mereka telah melakukan kewajiban puasa, sementara murid Yesus tidak. Dalam hal ini, Yesus mau menekankan dua hal, pertama bahwa para murid-Nya tidak perlu berpuasa selagi ada bersama Dia. Kedua, bahwa tujuan orang berpuasa ialah agar mereka dapat mendekatkan diri, bersatu dengan Yesus. Jika seseorang sudah bersatu dengan Yesus maka dia tidak perlu lagi berpuasa. Tetapi akan tiba waktunya bahwa "mempelai" akan diambil dari padamu, maka pada waktu itulah kamu harus berpuasa.

Pesan yang mau disampaikan oleh Yesus melalui perikop ini cukup jelas. Pertama, puasa yang kita lakukan hendaknya dijalankan dengan tulus, bukan karena paksaan. Kedua, jika kita melihat orang lain tidak puasa, hendaknya kita mengajak mereka.  Ketiga, apa pun yang kita lakukan hendaknya kita sadari untuk menjadikan hidup kita lebih suci, dekat dengan Tuhan, dan kelak beroleh hidup bahagia bersama Yesus (JRS).

 

Pelita Hati: Tujuan orang berpuasa ialah agar mereka dapat mendekatkan diri dan bersatu dengan Yesus.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar