Kamis, 19 Juli 2012

Renungan Harian: Sabtu 21 Juli 2012

Renungan Harian: Sabtu 21 Juli 2012

Mat 12:14-21

Sekali peristiwa orang-orang Farisi bersekongkol untuk membunuh Yesus. Tetapi Yesus tahu maksud mereka, lalu menyingkir dari sana. Banyak orang mengikuti Dia, dan Ia menyembuhkan mereka semua. Dengan keras Ia melarang mereka memberitahukan siapa Dia, supaya genaplah sabda yang telah disampaikan oleh nabi Yesaya. "Lihatlah, itu hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepadanya jiwa-Ku berkenan. Roh-Ku akan Kucurahkan atas Dia, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada sekalian bangsa, Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak, suara-Nya tidak terdengar di jalan-jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai ia menjadikan hukum itu menang. Kepada-Nyalah semua bangsa akan berharap."

 

JANGAN BALAS DENDAM!

Nabi mengecam penguasa yang memimpin rakyat dengan tangan besi. Secara terang nabi mengatakan bahwa kepemimpinan demikian merupakan perbuatan dosa yang dimulai dengan kata: "celakalah", menyusul hukuman dari Tuhan dan akibatnya. Bahkan nabi menggambarkan kejahatan itu sebagai kerakusan yang haus akan kekuasaan. Tuhan tidak menghendaki penderitaan yang diakibatkan oleh penguasa demikian. Maka Tuhan mencabut kuasa itu dari pemimpin demikian sehingga mereka kehilangan kekuasaannya.

Penderitaan rakyat akibat kepemimpinan tangan besi juga dialami oleh Yesus. Bedanya, penginjil dengan mengutip nabi Yesaya mengatakan bahwa Yesus tidak pernah membalas rencana jahat dari kaum Farisi terhadap-Nya. Yesus lebih memilih menghindari mereka dengan menyembuhkan orang sakit dalam beraneka kesulitan. Segala penderitaan-Nya disampaikan-Nya kepada Bapa lewat doa. Yesus Hamba Allah tahan menderita sehingga berkenan pada Bapa-Nya.

Kita pun hendaknya memandang Yesus sebagai Hamba karena dia solider dengan manusia dengan rela kehilangan keilahian-Nya untuk semakin serupa dengan kita. Dia tidak menuntut apa pun, tetapi memperhatikan sesama yang menderita. Inilah hati Yesus, hati Allah kita. Yesus merupakan teladan cinta kasih. Perjumpaan dengan-Nya hendaknya memperkaya perasaan dan sikap kita (SS).

 

Pelita Hati: Janganlah balas dendam terhadap penguasa tetapi lakukanlah hal berharga terhadap sesama.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar