Rabu, 11 Juli 2012

Renungan Harian: Sabtu 14 Juli 2012

Renungan Harian: Sabtu 14 Juli 2012

Mat 10:24-33

Pada waktu itu Yesus bersabda kepada kedua belas murid-Nya, "Seorang murid tidak melebihi gurunya, dan seorang hamba tidak melebihi tuannya. Cukuplah bagi seorang murid, jika ia menjadi sama seperti gurunya, dan bagi seorang hamba, jika ia menjadi sama seperti tuannya.

Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya. Jadi janganlah kalian takut kepada mereka yang memusuhimu, karena tiada sesuatu pun yang tertutup yang takkan dibuka, dan tiada sesuatu pun yang tersembunyi, yang takkan diketahui. Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah dalam terang. Dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah dari atas atap rumah. Dan janganlah kalian takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa. Tetapi takutilah Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka. Bukankah burung pipit dijual seduit dua ekor? Namun tak seekor pun akan jatuh tanpa kehendak Bapamu. Dan kalian, rambut kepalamu pun semuanya telah terhitung. Sebab itu janganlah kalian takut, karena kalian berharga daripada banyak burung pipit. Barangsiapa mengakui Aku di depan manusia, dia akan Kuakui di depan Bapa-Ku yang di surga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, dia akan kusangkal di hadapan Bapa-Ku yang di surga."

 

SETIA PADA INJIL

Ketakutan merupakan musuh manusia pada zaman sekarang. Takut dimarahi atasan sehingga tidak naik jabatan. Takut diPHK sehingga tidak makan dan sebagainya. Rasa takut ini membuat kita tidak kreatif alias malas. Perasaan ini berasal dari diri yang tidak yakin atas kemampuan diri sendiri. Orang demikian tidak berani mengandalkan Tuhan dan kuasa-Nya.

Dalam Injil hari ini Yesus berpesan: "Janganlah takut terhadap mereka yang membunuh tubuh tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa. Takutilah Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka." Hal itu membuktikan bahwa kehidupan kita jauh lebih berharga dari segalanya, sehingga kasih Bapa merangkul semua aspek kita. Perangkulan semua aspek itu sebagai bukti betapa kita sangat berharga di hadapan Bapa.

Kesetiaan pada Injil dan keberanian untuk bersaksi menjadi ukuran untuk diterima sebagai murid-Nya dan berkenan pada Bapa surgawi. Kesulitan dan pertentangan yang dihadapi dalam kerasulan, seperti kegagalan secara lahiriah akan semakin mendekatkan diri kita pada nasib Yesus, yaitu miskin, rendah hati, dan menderita sampai salib. Namun, keselamatan tak dapat dibunuh atau dihancurkan oleh ketakutan dan kematian. Bila demikian, masihkah kita takut? (SS).

 

Pelita Hati: Ketakutan merupakan bentuk ketidakyakinan atas kemampuan diri sendiri.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar