Selasa, 31 Juli 2012

Renungan Harian: Sabtu 04 Agustus 2012

Renungan Harian: Sabtu 04 Agustus 2012

Mat 14:1-12

Sekali peristiwa sampailah berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wilayah. Maka ia berkata kepada pegawai-pegawainya, "Inilah Yohanes Pembaptis.  Ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya." Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggu dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus, saudaranya. Sebab Yohanes pernah menegur Herodes, "Tidak halal engkau mengambil Herodias!" Herodes ingin membunuhnya, tetapi ia takut kepada orang banyak yang memandang Yohanes sebagai nabi. Tetapi pada hari ulang tahun Herodes, menarilah puteri Herodias di tengah-tengah mereka dan menyenangkan hati Herodes, sehingga Herodes bersumpah akan memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya. Maka setelah dihasut oleh ibunya, puteri itu berkata, "Berikanlah kepadaku di sini kepala Yohanes pembaptis di sebuah talam." Lalu sedihlah hati raja. Tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya, diperintahkannya juga....

 

MARTIR DI HADAPAN MATA YESUS

Hidup Yohanes terjalin erat dengan kedatangan Yesus, sebab Ia mewartakan pertobatan demi persiapan jalan-Nya, dan ia menyerahkan murid-muridnya kepada Yesus. Yesus dari pihaknya merendahkan diri di hadapan Yohanes, minta dibaptis olehnya, dan memujinya yang paling besar, dari orang yang dilahirkan oleh wanita. Ia menjawab pertanyaan Yohanes dengan menunjuk pada tanda-tanda, bahwa Mesias sudah datang. Tetapi selanjutnya: Yesus tidak membebaskan Yohanes dari penjara dan maut, tidak membela atau mengunjungi dia di penjara. Ia membiarkan hamba yang setia ini disingkirkan, masuk dalam jalan gelap dan menghilang hina tanpa nama! Itukah perlakuan Yesus terhadap sahabat-Nya?

Jalan para pencinta Yesus dalam hidup, pengorbanan dan karya, mereka yang dikaruniai kemesraan dan persatuan mistik di dalam doa, nampak tiba-tiba tidak diperhatikan, ditinggalkan oleh Yesus, dibiarkan sendirian bergulat dalam kegelapan sengsara, tanpa uluran tangan, tanpa mendapat sinar terang dalam cobaan, kadang sampai akhir hidupnya.

Di sini kita secara manusia tidak lagi mengerti, sebab seluruhnya ternyata lepas dari perhitungan dan pengertian kita. Kita harus mau dan berani menerima, bahwa rencana Tuhan terliput dalam misteri: Tuhan mempunyai rencana sendiri, yang merupakan rahasia, yang hanya harus diterima oleh orang-orang pilihan. Bersama mereka kita hanya bersujud dan menyembah, tidak mau memberanikan diri, tetapi menghargai dan menghormati rahasia Tuhan dengan jiwa kekasih-Nya, khusus para martir-Nya, di zaman dulu dan zaman sekarang juga (HN).

 

Pelita Hati: Tuhan mempunyai cara-Nya sendiri untuk menunjukkan cinta-Nya kepada kita.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar