Rabu, 04 Juli 2012

Renungan Harian: Rabu 4 Juli 2012

Renungan Harian: Rabu 4 Juli 2012

Mat 8:28-34

Pada suatu hari Yesus menyeberangi danau Genesaret dan tiba di daerah orang Gadara. Maka datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan, menemui Dia. Mereka sangat berbahaya, sehingga tak seorang pun berani melalui jalan itu. Dan mereka itu pun berteriak, katanya, "Apakah urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau datang kemari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?" Tidak jauh dari mereka itu ada sejumlah besar babi sedang mencari makan. Maka setan-setan itu minta kepada Yesus, katanya, "Jika Engkau mengusir kami, suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu." Maka Yesus berkata kepada mereka, "Pergilah!" Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu. Maka terjunlah seluruh kawanan babi....

 

PERSEMBAHKANLAH YANG TERBAIK BAGI ALLAH

Pada zaman sekarang banyak pejabat negara kita terlibat korupsi, bahkan yang sudah pensiun. Beberapa dari antara mereka harus mendekam di penjara karena terbukti melakukan perbuatan korupsi. Padahal, nabi Amos dengan tegas telah mengatakan "carilah yang baik dan bukan yang jahat, cintailah yang baik dan bencilah yang jahat, tegakkanlah keadilan, agar engkau memperoleh kehidupan." Tetapi mengapa masih saja orang lebih suka melakukan kejahatan? Mengapa?

Ada beberapa alasan yang bisa dikemukakan untuk itu, pertama karena dosa kesukaan. Kita masih sering jatuh ke dalam dosa yang sama, kita menyukai dosa itu karena sudah sering kita lakukan, kita tahu bahwa hal itu tidak baik tapi kita seakan tak kuasa menghindarinya sehingga terus kita lakukan. Kedua, apa yang dikatakan oleh Rasul Paulus bahwa roh memang kuat tetapi tubuh kita lemah. Kita ingin lepas dari dosa korupsi tetapi karena hal itu memberi kenikmatan secara badani, maka kita melakukannya. Roh kita sebenarnya ingin menolak tetapi badan lemah sehingga kita meng-ya-kan dan melakukannya. Ketiga, kurangnya rasa takut kita kepada Allah. Perbuatan jahat kita anggap sesuatu yang wajar, sudah biasa, dan semua orang melakukannya, mengapa harus takut?

Semua alasan di atas sebenarnya adalah alasan yang dibuat-buat, untuk membenarkan diri manusia. Manusia mencoba untuk mengambil hati Tuhan dalam ibadatnya, mempersembahkan korban kepada Allah, memberi derma kepada orang miskin. Hal itu kita rasa dapat mengurangi murka Allah kepada kita. Allah tidak menyukai persembahan yang sedemikian jika kita lakukan dengan tidak tulus, dengan palsu, dengan agenda tersembunyi. Jika demikian, apakah yang hendak kita perbuat? Kembali Nabi Amos memberi trik yang terbaik, yakni persembahan kepada Allah ialah keadilan dan kebenaran. Apakah kita sudah adil pada orang lain, benar dalam perbuatan, benar di hadapan Allah? (JRS)

 

Pelita Hati: Allah tidak menyukai persembahan yang tidak tulus, palsu, dengan agenda tersembunyi

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar