Minggu, 15 Juli 2012

Renungan Harian: Rabu 18 Juli 2012

Renungan Harian: Rabu 18 Juli 2012

Mat 11:25-27

Sekali peristiwa berkatalah Yesus, "Aku bersyukur kepada-Mu, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi! Sebab semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang  pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan di hati-Mu. Semua telah diserahkan oleh Bapa-Ku kepada-Ku, dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak, serta orang-orang yang kepadanya Anak berkenan menyatakannya."

 

BEBAS DARI RASA TAKUT

Nubuat nabi Yesaya merupakan suatu permenungan mendalam berkaitan dengan kejadian sejarah pada waktu itu. Ketika itu, penguasa Assir diangkat oleh Allah sebagai alat untuk melindungi bangsa Yahudi, agar mereka kembali setia pada-Nya. Tetapi Assir malah menyalahgunakan kepercayaan dan peranan yang diberikan Allah padanya. Kepercayaan Allah itu mereka selewengkan dengan menggunakan kekerasan dan keangkuhan untuk menindas bahkan berencana menghancurkan bangsa Yahudi. 

Penderitaan bangsa Yahudi ini hampir serupa dengan kisah Yesus dalam Injil hari ini. Dalam Injil, Yesus berdoa dan mengajak kita untuk menerima Dia. Yesus berdoa saat muncul penolakan terhadap ajaran dan karya-Nya. Yesus tidak disambut baik oleh sebagian besar masyarakat Yahudi. Hal itu membuat Ia berdoa sebab hanya dalam Diri Bapa-Nyalah Yesus berteduh. Doa syukur sebagai berkat atas rencana ilahi. Kata-kata dalam doa syukur ini merupakan kabar baik bagi mereka yang menganggap diri kecil. Dalam kata-kata ini terlukis kebahagiaan bagi "orang miskin".

Mendengar kata-kata doa Yesus ini kita dibebaskan dari rasa takut atas keterbatasan pribadi kita dan membuka cakrawala sampai kita bisa menyentuh hati Allah Bapa bersama Putra-Nya. Kita, dalam diri Yesus ambil bagian dalam keputraan ilahi dan diperkaya oleh-Nya. Maka siapa merasa diri kuat, besar, memiliki kekuasaan, merendahkan, dan menindas orang lain, seperti dalam bacaan pertama, mereka akan gagal dan tidak dapat menikmati kebesaran kasih Allah (SS).

 

Pelita Hati: Orang yang merasa besar di hadapan Allah merupakan orang yang gagal dan tidak akan menikmati kebesaran Allah.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar