Rabu, 11 Juli 2012

Renungan Harian: Minggu 15 Juli 2012

Renungan Harian: Minggu 15 Juli 2012

Mrk 6:7-13

Sekali peristiwa, Yesus memanggil kedua belas murid dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat, dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, kecuali tongkat; roti pun tidak boleh dibawa, demikian pula bekal dan uang dalam ikat pinggang; mereka boleh memakai alas kaki, tetapi tidak boleh memakai dua baju. Kata Yesus selanjutnya kepada murid-murid itu, "Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu. Kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu, dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan bebaskanlah debu yang ada di kakimu sebagai peringatan bagi mereka." Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat. Mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak, dan menyembuhkan mereka.

 

PANGGILAN KENABIAN

Pesan bacaan pertama dan Injil hari ini berkaitan dengan panggilan kenabian. Kenabian itu bukanlah tergolong sebagai keturunan raja atau imam. Kenabian itu merupakan karunia dan pilihan langsung dari Allah dalam Perjanjian Lama dan oleh Yesus sendiri dalam Perjanjian Baru. Seorang disebut nabi, atau utusan dan pewarta berdasarkan panggilan khusus, tanpa upah. Sebagaimana nabi Amos yang langsung dipanggil Yahwe bebas dari segala ikatan, bukan seperti Amasia. Seorang nabi hanya terikat pada kebenaran dan kesetiaan pada Yahwe yang telah memilih dia.

Murid-murid yang dipilih Yesus menjadi perutusan-Nya pun lepas dari dunia, keluarga, dan fasilitas hidup. Mereka terikat pada Sabda, tidak dimiliki oleh siapa pun, tetapi milik Allah. Karya misioner para murid Yesus tidak sesuai dengan kebutuhan dan keperluan manusia biasa: roti, bekal uang di pinggang, dua baju, alas kaki, tetapi bebas dari segala yang menghalangi kelancaran pewartaan Kerajaan Allah. Seorang perutusan Allah harus mengosongkan diri dari segala keperluan, tidak memperhitungkan kemudahan karena pesan yang disampaikan berasal dari Allah sendiri.

Bagian dari surat rasul Paulus yang dipersembahkan hari Minggu ini berbentuk doa dan kidung yang menyangkut secara singkat ajarannya; rencana ilahi melalui Putra-Nya dalam Roh Kudus. Kita telah dipilih dan dikhususkan sejak awal untuk menjadi anak-anak-Nya serta ahli waris. Pilihan ini hendaknya kita nikmati dengan baik, demi kemuliaan-Nya (SS).

 

Pelita Hati: Kita telah dipilih dan dikhususkan untuk menjadi anak-anak serta ahli waris-Nya.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar