Minggu, 15 Juli 2012

Renungan Harian: Kamis 19 Juli 2012

Renungan Harian: Kamis 19 Juli 2012

Mat 11:28-30

Sekali peristiwa bersabdalah Yesus, "Datanglah kepada-Ku, kalian semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang kupasang dan belajarlah pada-Ku, sebab Aku ini lemah lembut dan rendah hati. Maka hatimu akan mendapat ketenangan. Sebab enaklah kuk yang kupasang, dan ringanlah beban-Ku."

 

TINDAKAN TUHAN

Kitab nabi Yesaya dalam bacaan pertama merupakan petunjuk tentang bagaimana Tuhan bertindak terhadap orang yang mengikuti kebijaksanaan ilahi dan anugerah-anugerah yang diberikan kepada mereka yang taat kepada-Nya. Di dalamnya terdapat pengakuan mengenai bagaimana Tuhan bertindak dalam sejarah manusia dan bagaimana manusia belajar berperilaku adil dan baik berdasarkan peristiwa dan kegagalan. Sebab hanya Tuhan yang dapat menjauhkan kegelapan; Dialah pemberi keadilan, kedamaian, dan keberhasilan pada yang setia.

Injil hari ini melanjutkan doa syukur Yesus. Di mana seorang sebelum disebut "kecil", maknanya diperluas menjadi golongan orang yang lelah, lapar, haus, dan tertindas. Siapa dari mereka yang setia mengikuti Yesus akan menikmati kedamaian – shalom. Kata kuk dapat diartikan secara simbolis, sebagai suatu beban untuk mengikuti ratusan perintah dan larangan yang ada dalam PL dan  disimpulkan oleh Yesus dalam satu perintah yang bercabang: kasih Tuhan dan sesama. Bukan berarti bahwa ajakan Yesus hanya untuk mereka yang termasuk dalam golongan 12 orang saja, tetapi juga untuk kita: belajar pada-Ku, Aku lemah- lembut dan rendah hati.

Inilah wajah sejati Yesus: rendah hati, tak menggunakan kekerasan, menerima semua, dan solider dengan sejarah manusia yang ditandai dengan derita dan siksaan. Dia seperti orang Samaria yang baik hati, dekat pada setiap orang yang luka dalam badan dan jiwa; Dialah yang akan membawa kasih dan penghiburan. Kuk Yesus adalah jalan yang telah didahului, membawa harapan dan angin yang baru (SS).

 

Pelita Hati: Kuk Yesus adalah jalan yang telah didahului, membawa harapan dan angin yang baru.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar