Rabu, 04 Juli 2012

Renungan Harian: Jumat 6 Juli 2012

Renungan Harian: Jumat 6 Juli 2012

Mat 9:9-13

Pada suatu hari Yesus melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya,"Ikutlah Aku." Matius segera berdiri dan mengikuti Yesus. Kemudian ketika makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa, makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya. Melihat itu orang-orang Farisi berkata kepada murid-murid Yesus, "Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang-orang berdosa?" Yesus mendengarnya dan berkata,"Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, melainkan orang sakit. Maka pelajarilah arti sabda ini, 'Aku menginginkan...

 

APAKAH ANDA MAU MENDENGARKAN PANGGILAN YESUS?

Kita semua tahu bahwa pemungut cukai itu punya banyak uang, mereka adalah orang kaya. Tetapi sialnya mereka biasanya dituduh sebagai orang yang korup. Demikian terjadi pada diri Matius, dia tidak luput dari tuduhan orang banyak bahwa dia adalah pendosa. Namun, ingatkah kita akan kata-kata Yesus, "Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat." Itulah yang Dia lakukan kepada Matius, si pemungut cukai, Yesus memanggilnya.

Panggilan Tuhan memang misterius. Kemisteriusan itu nyata pada Matius yang dianggap pendosa, korup, bekerja sama dengan penjajah Roma malah dipilih oleh Yesus menjadi murid-Nya. Panggilan itu terjadi di muka umum ketika Matius duduk di rumah cukai. "Mari ikutlah Aku." Karena terharu akan panggilan Yesus itu, Matius secara spontan dari hati yang terdalam mengusulkan kepada Yesus agar Dia mau makan bersama di rumahnya. Sambutan itu diterima oleh Yesus dengan gembira dan dengan senang hati. Maka Yesus makan di rumah Matius si pemungut cukai. Lalu apa yang terjadi? Orang-orang Farisi bersungut-sungut, bagaimana mungkin seorang kudus dari Nazaret ini makan bersama pemungut cukai dan pendosa? Mereka protes, tidak bisa. Orang Farisi yang merasa dirinya bersih merasa merekalah yang sepantasnya makan bersama Yesus, bukan Matius si koruptor.

Tanpa kita sadari dosa jenis ini sering kita perbuat dalam hidup kita, yakni kita merasa bahwa diri kita bersih, suci sementara orang lain kotor, berdosa. Kita merasa bahwa diri kita layak sementara orang lain tidak. Maka ketika sungut-sungut orang Farisi itu didengar oleh Yesus, Dia menegor mereka dan berkata, "bukan orang sehat memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa" (JRS).

 

Pelita Hati: Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar