Senin, 23 Juli 2012

Renungan Harian: Jumat 27 Juli 2012

Renungan Harian: Jumat 27 Juli 2012

Mat 13 :18-23

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, "Dengarkanlah arti perumpamaan tentang penabur. Setiap orang mendengar sabda tentang Kerajaan Surga dan tidak mengerti, akan didatangi si jahat, yang akan merampas apa yang ditaburkan dalam hatinya. Itulah benih yang jatuh di pinggir jalan. Benih yang ditaburkan di tanah berbatu-batu ialah orang yang mendengar sabda itu dan segera menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak berakar dan hanya tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena sabda itu, orang itu pun segera murtad. Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar sabda itu, lalu sabda itu terhimpit oleh kekuatiran dunia dan tipu daya kekayaan, sehingga tidak berbuah.

Sedangkan yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengarkan sabda itu dan mengerti, dan karena itu berbuah ada yang seratus, ada yang enam puluh, dan ada yang tiga puluh ganda."

 

FIRMAN YANG BERBUAH

Firman Tuhan sangat sulit berbuah pada zaman ini. Hal itu karena kebanyakan orang zaman sekarang hanya membaca dan mendengar firman itu saja. Mereka tidak berbuat sesuai dengan firman yang mereka baca atau dengarkan. Akibatnya, firman itu hanya sebatas mereka baca dan dengar sehingga tidak bermakna apa pun. Maka tidak heran jika banyak orang merasa hidup kerohaniannya sekarang ini terasa hampa dan kering.

Senada dengan hal itu, Yesus menjelaskan arti perumpamaan tentang seorang penabur kepada murid-murid-Nya dalam Injil hari ini. Apa yang hendak disampaikan Yesus melalui perumpamaan itu? Yesus ingin menyampaikan bahwa firman Tuhan tidak selamanya berterima dalam hati setiap orang. Hal itu bisa jadi karena firman itu kurang dipahami sehingga hilang begitu saja; firman disambut dengan gembira, tapi di tempat didengar saja dan setelah itu hilang dari ingatan; firman membuat hati orang membara untuk berbuat baik dengan berani, tapi karena banyak pertimbangan tidak dilaksanakan. Namun, tidaklah semua orang demikian sebab ada juga orang yang melaksanakan firman itu dengan baik. Mereka yang melaksanakan firman itu yakin seutuhnya akan apa yang diimaninya dan apa yang harus dikerjakannya, ia tidak takut karena percaya akan Tuhan. Dalam diri orang inilah firman itu tumbuh dan berbuah dengan berlipat ganda.

Apakah firman Tuhan itu telah tumbuh subur dalam hati kita? Jangan-jangan firman itu masih terganjal oleh rintangan kekhawatiran duniawi kita, ketidakmauan kita, dan kepentingan pribadi serta harga diri kita. Jika demikian halnya, mari mengubah diri kita segera (RBM). 

 

Pelita Hati: Firman Tuhan berbuah dengan berlipat ganda hanya dalam diri orang yang seutuhnya percaya dan melaksanakan firman itu dalam hidup nyata.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar