Minggu, 03 Juni 2012

Renungan Harian: Senin 4 Juni 2012

Renungan Harian: Senin 4 Juni 2012

Mrk 12:1-12

Pada suatu hari Yesus berbicara kepada imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan kaum tua-tua dengan perumpamaan, kata-Nya, "Adalah seorang membuka kebun anggur dan membuat pagar sekelilingnya. Ia menggali lubang tempat memeras anggur, dan mendirikan menara jaga.

Kemudian disewakannya kebun anggur itu kepada penggarap-penggarap, lalu ia berangkat ke negeri lain. Ketika sudah tiba musim panen, ia mengutus seorang hamba kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima sebagian dari hasil kebun. Tetapi hamba itu ditangkap dan dipukuli oleh para penggarap lalu disuruh pergi dengan tangan hampa. Kemudian pemilik kebun anggur itu menyuruh pula seorang hamba lain kepada mereka. Orang itu mereka pukuli sampai luka kepalanya, dan sangat mereka permalukan. Lalu pemilik itu menyuruh seorang hamba lain lagi, dan orang itu mereka bunuh. Dan banyak lagi yang lain, ada yang mereka pukul, dan ada yang mereka bunuh. ....

 

MEMBERI HADIAH

Kita biasa memberi hadiah, misalnya pada pesta ulang tahun, pada Valentine day, atau hari ulang tahun perkawinan. Kita akan merasa gembira bila orang yang menerima hadiah itu memakainya. Sebaliknya, kita akan bertanya-tanya bila hadiah yang kita berikan tidak dipakai oleh yang menerimanya. Pertanyaan kita, "Apakah sahabat saya masih suka padaku?" Atau lebih buruk lagi, kita memberi hadiah kepada seseorang, dan kita melihat orang lain yang mengenakannya.  Maka kita akan merasa kecewa, bahkan mungkin marah. Hal itu normal, sebab ketika kita memberi hadiah, kita berharap orang yang kita beri hadiah itu, menggunakan pemberian kita atau sekurang-kurangnya menyimpan dan menghargainya.

Berbeda ketika Tuhan memberi hadiah. Apabila Tuhan memberi sebuah hadiah pada kita umat-Nya, Dia akan marah bila kita menyimpannya. Bahkan Tuhan tidak senang bila kita hanya menyimpan hadiah itu untuk diri kita. Semua pemberian Tuhan dimaksudkan untuk dibagikan pada sesama. Semua pemberian Tuhan dimaksudkan bukan untuk penerima saja melainkan juga untuk orang lain. Kita hanyalah perantara. Kita adalah saluran yang melaluinya Tuhan membagikan hadiah.

Kita telah menerima banyak berkat, tetapi kita tetap terus menimbun hadiah. Mari kita bertanya pada diri kita, "Dari berbagai macam berkat yang telah saya terima entah dari teman-teman atau dari Tuhan, berapa banyak yang saya simpan, dan berapa banyak telah dibagikan?" Tanda orang Kristen sejati adalah ketika kita membagikan setiap hal yang telah kita terima. Ketika kita telah membagikan yang telah kita terima, saat itulah kita dapat berkata bahwa kita  adalah murid Kristus sejati (DES).

 

Pelita Hati:  Tanda orang Kristen sejati adalah ketika kita membagikan setiap hal yang telah kita terima

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar