Jumat, 29 Juni 2012

Renungan Harian: Senin 2 Juli 2012

Renungan Harian: Senin 2 Juli 2012

Mat 8:18-22

Pada suatu hari banyak orang mengerumuni Yesus. Melihat hal itu Yesus menyuruh bertolak ke seberang. Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya, "Guru, aku akan mengikuti Engkau, ke mana saja Engkau pergi." Yesus berkata kepadanya, "Serigala mempunyai liang, dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalanya." Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya berkata kepada-Nya, "Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu  menguburkan ayahku." Tetapi Yesus berkata kepadanya, " Ikutlah Aku, dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka."

 

MENGIKUT YESUS DENGAN SETENGAH HATI?

Sesudah Yesus menyembuhkan berbagai penyakit, banyak orang semakin percaya dan datang berbondong-bondong kepada-Nya, sehingga kadang Dia harus pergi menyendiri untuk menimba kekuatan dari Allah Bapa-Nya. Dalam kesendirian-Nya itu pun ada saja orang yang mau datang dan bertanya serta ingin berdiskusi.

Pada malam itu datanglah seorang ahli Taurat, dengan bersemangat bukan untuk bertanya tetapi menyatakan maksudnya kepada Yesus, bahwa dia ingin mengikuti Dia ke mana saja dan kapan saja. Dengan tenang Yesus memberi keterangan bahwa Dia tidak mempunyai tempat yang menetap, Yesus menyatakan bahwa Dia adalah seorang peziarah yang harus berjalan dan bergerak untuk mewartakan keselamatan kepada sebanyak mungkin orang. Dia pergi ke tempat di mana saja dibutuhkan. Dengan tegas Yesus menyatakan bahkan untuk beristirahat pun seakan-akan  tidak ada tempatnya. Sementara itu, orang yang kedua yakni murid Yesus sendiri juga datang dan bertanya kepada-Nya. "Aku juga ingin mengikuti Engkau, tetapi izinkanlah lebih dahulu aku menguburkan ayahku." Kepada orang kedua ini Yesus bersikap dan memberi jawaban, "OK mari, biarlah orang mati menguburkan orang mati."

Yesus begitu bijak memberi jawaban kepada setiap orang sesuai dengan situasinya. Orang pertama tadi begitu spontan menyatakan niatnya ingin mengikuti Yesus tanpa memikirkan lagi yang lain, sementara yang kedua juga menyatakan niatnya ingin mengikuti Yesus, tetapi masih terikat memikirkan keluarganya. Kita pun bahkan sering menyatakan niat kita ingin mengikuti Yesus. "Tuhan aku sebenarnya mau mengikuti-Mu, tetapi …" Ketika kata tetapi kita ucapkan itu berarti kita belum tulus dan sungguh. Sementara kita semua tahu bahwa mengikut Yesus tidak ada setengah-setengah, tetapi total dan sepenuhnya (JRS).

 

Pelita Hati: Biarlah orang mati menguburkan orang mati.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar