Senin, 11 Juni 2012

Renungan Harian: Senin 11 Juni 2012

Renungan Harian: Senin 11 Juni 2012

Mat 5:1-12

Pada suatu hari Yesus naik ke atas bukit, sebab melihat orang banyak. Setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Yesus mulai berbicara dan menyampaikan ajaran ini kepada mereka, "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hati, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat  ...

 

SABDA BAHAGIA

Kedelapan sabda bahagia di dalam Injil Matius mulai dengan "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga," lalu ditutup dengan "Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga." Kedua sabda bahagia tersebut berbeda dari keenam yang lain. Yang pertama dan yang terakhir disertai dengan janji akan Kerajaan Sorga sekarang ini (dalam bentuk present). Sementara enam yang lain disertai dengan janji akan berbagai hal, tetapi di masa yang akan datang (dalam bentu future). "Berbahagialah orang yang lemah-lembut, karena mereka akan memiliki bumi."

Orang yang miskin di hadapan Allah memiliki Kerajaan Sorga sekarang ini. Demikian juga orang yang dianiaya karena kebenaran. Mengapa begitu?

Orang yang miskin di hadapan Allah adalah orang-orang yang tahu bahwa Kerajaan Allah belum terwujud di dunia ini. Mereka sadar bahwa meskipun di berbagai negara terjadi kemajuan yang sangat pesat dalam kesejahteraan masyarakat, namun ternyata masih banyak pula yang menderita, kelaparan, dan dilupakan. Sebagai contoh, kerusuhan di Inggris yang terjadi pada bulan Agustus 2011 memperlihatkan bahwa di negara maju sekalipun masih ada orang-orang yang merasa dilupakan, tidak diperhatikan, dan diperlakukan tidak adil. Orang yang miskin di hadapan Allah adalah mereka yang berjuang mati-matian agar keadilan semakin dirasakan semua orang. Oleh karena itu, mereka kerap dianiaya, dicemooh, bahkan kadang-kadang dibunuh karena kehausan mereka akan kebenaran.

Orang yang miskin di hadapan Allah memiliki Kerajaan Allah sebab mereka hidup dalam semangat Kerajaan Allah. Mereka ingin mengubah dunia sehingga keenam sabda bahagia yang lain dapat diwujudkan. Saat itu dunia dibebaskan dari isak-tangis, kesombongan, kesepian, ketidakadilan, kegelapan, dan perang (DES).

 

Pelita Hati: Orang yang miskin di hadapan Allah adalah orang-orang yang tahu bahwa Kerajaan Allah belum terwujud di dunia ini.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar