Minggu, 24 Juni 2012

Renungan Harian: Selasa 26 Juni 2012

Renungan Harian: Selasa 26 Juni 2012

Mat 7:6.12-14

Dalam khotbah di bukit Yesus berkata, "Janganlah kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing, dan janganlah kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injak dengan kakinya, lalu babi itu berbalik mengoyak kamu. Segala sesuatu yang kamu kehendaki diperbuat orang kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. Masuklah melalui pintu yang sempit itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kebinasaan, dan banyak orang telah masuk melalui pintu dan jalan itu. Tetapi sempitlah pintu dan sesaklah jalan yang menuju kehidupan, dan sedikitlah orang yang menemukannya."

 

INSTAN ATAU PROSES, MANA YANG ANDA PILIH?

Sastrawan Franz Kafka, menulis: "Ketidaksabaran mengusir manusia dari Firdaus dan terus-menerus menjauhkannya dari sana." Manusia sudah terbelenggu sikap mau cepat dan tergesa-gesa alias instan. Kita ingin mendapatkan sebanyak-banyaknya dalam waktu sesingkat-singkatnya. Segala-galanya dibuat cepat dan kilat: makanan instan, cinta kilat, pos kilat, foto kilat, hidup kilat, dan mati pun kilat. Kita tidak mau lagi dengan apa yang disebut sebuah proses. Apakah sesungguhnya yang kita cari dalam hidup ini? Bila kita mau semuanya secara instan maka kita bakal jadi korban sistem instan.

 Dalam Injil hari ini, Yesus menunjukkan dua pintu, yaitu pintu sempit yang membutuhkan suatu proses dan waktu dan pintu lebar dengan jalan yang luas. Yesus memerintahkan kita untuk memilih pintu yang sempit, "Masuklah melalui pintu yang sempit!" Mengapa? "Sebab sungguh lebar pintu dan luas jalan menuju kebinasaan." Kejahatan terbuka lebar bagi manusia. Manusia cenderung hidup dalam kejahatan, meski jalan itu akan mengantar mereka pada kebinasaan. Sementara, pintu yang akan mengantar manusia pada kehidupan sejati dan kekal kurang diminati, karena sempit dan jalannya sukar. Maka hanya sedikit orang yang menemukan pintu itu dan melewati jalannya.

Yesus mengharapkan agar kita tidak salah memilih jalan. Jalan menuju surga selalu disertai salib. Itulah yang telah ditempuh oleh Yesus. Yesus mengajak kita untuk selalu sadar bahwa setiap kesulitan yang kita hadapi sebagai pengikut-Nya selalu menjadi jalan menuju surga, asal kita berjalan bersama-Nya. Hidup kita saat ini sudah menunjukkan pintu mana yang kita pilih. Rasanya, belum terlambat untuk berganti pintu, seandainya kita telah salah memilih (JRS).

 

Pelita Hati: Kita dipanggil untuk lebih bijaksana menghadapi kehidupan ini, membuat pembedaan Roh baik dan jahat, benar dan salah, surga dan neraka

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar