Sabtu, 16 Juni 2012

Renungan Harian: Selasa 19 Juni 2012

Renungan Harian: Selasa 19 Juni 2012

Mat 5: 43-48

Dalam khotbah di bukit Yesus berkata, "Kalian telah mendengar firman:

Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi aku berkata kepadamu: Kasihilah musuh-musuhmu, dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikian kalian menjadi anak-anak Bapamu yang di surga. Sebab Ia membuat matahari-Nya terbit bagi orang jahat dan bagi orang yang baik pula, hujan pun diturunkan-Nya bagi orang yang benar dan juga orang yang tidak benar. Apabila kalian mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kalian hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya daripada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian? Karena itu kalian harus sempurna, sebagaimana Bapamu yang di surga sempurna adanya."

 

KEBAHAGIAAN ADALAH BUAH DARI KASIH

Kita sudah semestinya belajar saling mengampuni karena ketika anda mengampuni seseorang maka anda menyembuhkan sebahagian penderitaan anda dan penderitaan orang tersebut. Dengan mengampuni, anda mempertahankan identitas pribadi anda, keunikan anda, dan diri anda yang sesungguhnya. Jika hati anda penuh dendam dan kebencian, anda tidak akan bisa merasakan kebahagiaan.

Dalam Injil hari ini, kita melihat perbedaan antara Kitab Perjanjian Lama (PL) dan Perjanjian Baru (PB). Yesus mengingatkan para pengikutnya untuk berbuat melampaui kebiasaan umum, yakni untuk tidak hanya mengasihi sesama yang mengasihi kita dan tidak membalas dendam dengan dendam, kekerasan dengan kekerasan. Yang harus dikedepankan adalah pendekatan hukum kasih, kasih yang universal. Kasih itu dibentuk bukan pada saat kita berada di tempat yang penuh perhatian, tetapi di tempat yang ada penolakan. Kasih kepada musuh dapat dibentuk bila ada pengampunan dari dalam diri. Milikilah hati yang selalu memaafkan, penuh belas kasih, dan selalu memahami maka kebahagiaan akan selalu anda rasakan setiap saat, di mana pun dan kapan pun.

Bila kita menyadari bahwa ada tempat untuk setiap orang di dunia ini dan Allah akan mengatur segalanya, kita akan melihat segala sesuatu seperti Allah dan kita akan menjadi sempurna seperti Allah Bapa. Sayang kita lebih sering kurang menyadari hal itu. Kiranya mulai saat ini kita dapat menyadarinya. Semoga! (JRS)

 

Pelita Hati: Milikilah hati yang selalu memaafkan, penuh belas kasih, dan selalu memahami maka kebahagiaan akan selalu anda rasakan setiap saat, di mana pun dan kapan pun.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar