Selasa, 19 Juni 2012

Renungan Harian: Sabtu 23 Juni 2012

Renungan Harian: Sabtu 23 Juni 2012

Mat 6:24-34

Dalam khotbah di bukit, berkatalah Yesus, "Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kalian tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada mamon. Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, apa yang hendak kalian makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, apa yang hendak kalian pakai. Bukankah hidup itu lebih penting daripada makanan, dan tubuh itu lebih penting daripada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai, dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, toh diberi makan oleh Bapamu yang di Surga. Bukankah kalian jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kalian yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Dan mengapakah kalian kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal. Namun Aku berkata kepadamu, Salomo dalam segala kemewahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan esok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan lebih lagi mendandani kalian, hai orang yang kurang percaya? Maka janganlah kalian kuatir dan berkata, 'Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah .....

 

KEKHAWATIRAN

Manusia merupakan makhluk yang paling khawatir akan hari esok. Rasa khawatir itu muncul akibat berbagai alasan dalam hidup. Misalnya memikirkan uang sekolah, kebutuhan sehari-hari, masalah keluarga, hasil pertanian, pekerjaan dan banyak lagi. Padahal, ketika ditanya secara pribadi-pribadi apa sesungguhnya manfaat rasa khawatir itu maka semua akan menjawab: "Tidak ada". 

Sesungguhnya, sadar atau tidak kita tahu bahwa perasaan khawatir tidak ada manfaatnya bahkan akan membuat diri kita gelisah, tersiksa yang akhirnya bisa menjadi penyebab kegagalan. Kendati demikian, dalam kenyataan kita  senang dan selalu memelihara perasaan khawatir itu dalam relung hati kita masing-masing.

Yesus mengatakan: "Jangan khawatir akan apa yang kamu makan atau minum, semuanya telah diperhatikan Bapa." Yesus mengajak kita untuk hidup dengan penuh rasa optimis, menikmati hidup ini apa adanya. Khawatir atau tidak, Bapa tetap memperhatikan dan memberi apa yang cocok dan yang kita butuhkan. Bapa sangat mencintai kita semua. Maka, mari kita serahkan seluruh perasaan khawatir kita kepada-Nya dan Dia akan menuntun hidup kita dengan tenang dan damai (JRS).

 

Pelita Hati: Rasa khawatir merupakan penyebab kegagalan.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar