Senin, 11 Juni 2012

Renungan Harian: Sabtu 16 Juni 2012

Renungan Harian: Sabtu 16 Juni 2012

Luk 2:41-51

Tiap-tiap tahun, pada Hari Raya Paskah, orangtua Yesus pergi  ke Yerusalem, ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti lazimnya pada hari itu. Selesai hari-hari perayaan itu, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orangtua-Nya. Karena mereka menyangka bahwa Yesus ada di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya, lalu baru mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan. Karena tidak menemukan Dia, kembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus mencari Dia. Sesudah tiga hari mereka menemukan Yesus dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka. Semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan dan segala jawab yang diberikan-Nya. Ketika Maria dan Yusuf melihat  Dia, tercenganglah mereka.Lalu kata ibu-Nya kepada-Nya, "Nak mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau." Jawab Yesus kepada mereka, "Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?" Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan Yesus kepada mereka. Lalu Yesus pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya.

BERDIRI DEKAT YESUS

 

Menurut kebiasaan dalam Gereja Katolik, hari Sabtu dipersembahkan untuk menghormati Bunda Maria. Pelajaran apa yang bisa kita ambil dari sikap Maria selama mendampingi Yesus Kristus, Putranya? 

Pada perayaan Ekaristi, sikap kita adalah berlutut, duduk atau berdiri. Berlutut adalah sikap untuk menyembah. Sementara duduk bukanlah gerak untuk beristirahat, tetapi sikap untuk mendengarkan Sabda Allah dengan penuh perhatian. Berdiri berarti sikap menyatakan siap sedia untuk melakukan sesuatu yang baik.

Ketika Yesus disalibkan, diceritakan bahwa Maria "berdiri dekat" (standing by) salib Yesus. Maria berdiri di kaki salib, di mana Putranya tergantung. Itu artinya Maria siap sedia untuk menggantikan posisi Putranya, jika ia diminta melakukannya.

Maria berdiri dekat salib Yesus, karena ia siap untuk melakukan segala sesuatu untuk mengurangi penderitaan Yesus, Putranya. Kita berdiri, karena kita siap sedia. Siap sedia untuk mengambil posisi seseorang. Maria berdiri dekat Yesus. Maria berdiri untuk Yesus. Untuk siapa kita berdiri? Dekat siapa kita berdiri? (DES).

 

Pelita Hati: Siap sedialah selalu untuk melakukan kebaikan terhadap sesame.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar