Senin, 04 Juni 2012

Renungan Harian: Rabu 6 Juni 2012

Renungan Harian: Rabu 6 Juni 2012

Mrk 12:18-27

Pada suatu hari datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya, "Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita, 'Jika seorang yang mempunyai saudara laki-laki, mati dengan meninggalkan seorang isteri tetapi tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya.' Ada tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang wanita, lalu mati tanpa meninggalkan keturunan. Maka yang kedua mengawini dia, tetapi juga mati tanpa meninggalkan keturunan. Demikian juga yang ketiga. Dan begitulah seterusnya, ketujuh-tujuhnya tidak meninggalkan keturunan. Akhirnya wanita pun mati. Pada hari kebangkitan, bilamana mereka bangkit, siapakah yang menjadi suami wanita itu? Sebab ketujuh-tujuhnya telah beristerikan dia." Jawab Yesus kepada mereka, "Kalian sesat, justru karena kalian tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah. Sebab di masa kebangkitan orang mati, orang tidak kawin atau dikawinkan; mereka hidup seperti malaikat di surga. Mengenai kebangkitan orang mati, tidakkah kalian baca dalam kitab Musa, ...

GODAAN

Injil hari ini adalah tentang seorang wanita yang menikah tujuh kali. Semua suaminya berusaha mendapatkan keturunan dari wanita tersebut, tetapi tidak seorang pun berhasil. Pertanyaannya, pada hari kebangkitan siapakah dari ketujuh bersaudara itu yang beristrikan wanita tersebut?

Jawaban Yesus sangat menarik, "Apabila orang bangkit dari antara orang mati, orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga." Kita semua akan menjadi milik Tuhan; bukan suami, istri, orangtua, anak, atau anggota keluarga lain yang dapat memiliki kita lagi. Saat itu merupakan kegembiraan sempurna. Kita tidak membutuhkan orang lain untuk memiliki diri kita, karena diri kita secara total dan sempurna dimiliki oleh Tuhan. Itulah kebahagiaan sempurna. Itulah kegembiraan sempurna. Itulah kedamaian kekal.

Pada titik tertentu, wanita itu (dengan tujuh suami) berpikir bahwa dirinya dikuasai oleh problem-problemnya. Problem-problem tersebut meliputi dirinya. Kita juga menghadapi kesulitan-kesulitan yang sama, tantangan atau masalah yang sangat berat, bahkan lebih dari tujuh kali. Kadang-kadang di dalam kehidupan, kita mungkin berpikir bahwa masalah sedang mematikan kita secara perlahan-lahan.

Jangan pernah terjerumus dalam godaan seperti itu. Karena kita adalah milik Tuhan. Mari kita persembahkan kepada Tuhan semua hal yang kelihatan menekan kita, yang kelihatannya menghancurkan hidup kita. Mari kita menyerahkan kepada Tuhan rasa sakit, kemarahan, kebencian, dan kekhawatiran yang sepertinya mencengkram kita (DES).

 

Pelita Hati: Kita adalah milik Tuhan maka mari kita persembahkan kepada-Nya segala hal yang menekan dan menghancurkan hidup kita

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar