Minggu, 24 Juni 2012

Renungan Harian: Rabu 27 Juni 2012

Renungan Harian: Rabu 27 Juni 2012

Mat 7: 15-20

Dalam khotbah di bukit Yesus berkata, "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Dari buahnyalah kalian akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Camkanlah setiap pohon yang baik akan menghasilkan  buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik akan menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Jadi dari buahnyalah kalian akan mengenal mereka."

 

PEMIMPIN MEMBERI INSPIRASI MELALUI CONTOH NYATA

Di zaman edan ini muncul aneka pemimpin dan orang yang menyebut diri sebagai guru atau penganut iman yang taat. Mereka menawarkan aneka pengajaran, gaya hidup, bahkan janji-janji manis. Kemasannya pun beragam, ada dalam bentuk religi, kebatinan, mistik atau berbau keimanan dan agama. Tak jarang apa yang ditawarkan satu pihak bertentangan dengan tawaran pihak lain.

"Waspadalah!" Demikian peringatan Yesus, karena akan datang nabi-nabi palsu dengan aneka pengajaran. Mereka datang dalam rupa domba, tetapi hatinya serigala ganas. Tampilan fisik sering kali menipu, maka kita harus hati-hati dan bijak untuk memilihnya. Namun, bagaimana kita dapat mengetahuinya? Yesus menasihati kita, "Dari buah yang dihasilkan, kita menilai apakah sesuatu itu baik atau tidak." Baik, kalau buahnya adalah kebaikan hidup dan mendukung kebaikan bersama serta tidak bertentangan dengan kehendak Tuhan. Pemimpin yang baik menghasilkan buah keadilan, kesejahteraan, dan kerukunan di tengah warga masyarakat. Namun, kalau buah yang dihasilkan justru kebencian, amarah, pengrusakan, keegoisan, keserakahan, kejahatan, dan juga menjauhkan diri dari kehendak Allah, patut dipertanyakan kebenaran dari tawaran-tawaran tersebut, meski dilakukan atas nama Tuhan dan agama.

Kita dipanggil untuk menghasilkan buah-buah kemuridan dalam hidup ini. Buah-buah kemuridan muncul dari penghayatan iman dan pelaksanaan kehendak Tuhan. Apakah hidup kita telah menghasilkan buah yang baik dan berguna bagi diri sendiri dan orang lain? Jangan-jangan kita termasuk dalam golongan nabi palsu itu. Kalau demikian, inilah saatnya untuk berbenah, bertobat, dan menghayati diri sebagai pohon baik agar menghasilkan buah yang baik, sekecil apa pun! (JRS).

 

Pelita Hati: Pemimpin yang baik menghasilkan buah keadilan, kesejahteraan, dan kerukunan di tengah warga masyarakat.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar