Jumat, 29 Juni 2012

Renungan Harian: Minggu 1 Juli 2012

Renungan Harian: Minggu 1 Juli 2012

Mrk 5:21-43

Sekali peristiwa, setelah Yesus menyeberang dengan perahu, datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia. Ketika itu Yesus masih berada di tepi danau. Maka datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika melihat Yesus, tersungkurlah Yairus di depan kaki-Nya, "Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati. Datanglah kiranya, dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup." Lalu pergilah Yesus dengan orang itu. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya. Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sampai habislah semua yang ada padanya; namun sama sekali tidak ada faedahnya, malah sebaliknya: keadaannya semakin memburuk. Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus. Maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. Sebab katanya, "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." Sungguh, seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa badannya sudah sembuh dari penyakit....

 

JADILAH PRIBADI PEMBELA KEHIDUPAN

Putri Yairus yang berumur 12 tahun dalam keadaan sakit parah. Yairus memohon kepada Yesus agar dia datang dan menyembuhkannya. Ketika rombongan Yesus tengah dalam perjalanan, berita yang mengenaskan datang bahwa si gadis telah meninggal. Tetapi berita itu tidak menghentikan langkah Yesus Putra Allah sang pemberi hidup. Dia tetap pergi dan membangkitkan gadis itu kembali.

Kristus mengharapkan kita pengikutnya agar menjadi pembela kehidupan. Hidup yang Dia inginkan agar kita sebarkan kepada orang lain: "kehidupan surgawi", "sepotong kue surgawi", yakni suatu kehidupan yang merangkul kebutuhan psikis, biologi, dan emosi. Karena itu, Paulus menuliskan kepada jemaat di Korintus, "kamu hendaknya kaya dalam segala sesuatu: iman, perkataan, pengetahuan, kesungguhan dalam membantu dan dalam kasih." Karena melalui perkumpulan kita, pertemanan kita, Tuhan bisa menyembuhkan penyakit, memberi makan yang lapar dan memulihkan kehidupan orang.

Mungkin kita tidak punya kekuatan spektakuler untuk menyembuhkan penyakit atau membangkitkan orang mati. Tapi kita semua dipanggil untuk dapat berbuat entah sekecil apa pun mengalahkan setan dan membawa kesehatan dan cinta, damai dan kegembiraan kepada sesama kita. Di zaman kita ini, keegoisan dan setan begitu kuat menggoda dan muncul di permukaan. Bagaimanapun, setiap kita dipanggil untuk berbuat mukjizat kecil untuk melawannya demi membela sebuah kehidupan mau melakukan perbuatan cinta dan pelayanan (JRS).

 

Pelita Hati: Kita semua dipanggil untuk dapat berbuat entah sekecil apa pun mengalahkan setan dan membawa kesehatan dan cinta, damai dan kegembiraan kepada sesama kita.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar