Jumat, 25 Mei 2012

Renungan Harian: Senin, 28 Mei 2012

Renungan Harian: Senin, 28 Mei 2012

Mrk 10:17-27

Pada suatu hari Yesus berangkat meneruskan perjalanan-Nya. Maka datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya, "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Yesus berkata  kepadanya,"Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik selain Allah! Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta dan jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!" Kata orang itu kepada Yesus, "Guru, semuanya itu kuturuti sejak masa mudaku." Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya,"Hanya satu lagi kekuranganmu:

Pergilah, juallah apa yang kau miliki, dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin. Maka engkau akan memperoleh harta di surga. Kemudian datanglah kemari, dan ikutlah Aku." Mendengar perkataan Yesus, orang itu menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyaklah hartanya.

Lalu Yesus memandang murid-murid di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka, "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah." Murid-murid tercengang mendengar perkataan-Nya itu. Tetapi Yesus menyambung lagi, "Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah. Lebih mudah seekor unta melewati lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."

Para murid semakin gempar dan berkata seorang kepada yang lain, "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?" Yesus memandang...

 

KOMITMEN

Kita tentu akan kesulitan menjawab bila pertanyaan demikian ditujukan pada kita: Manakah yang kamu pilih pergi ke Gereja pada hari Minggu atau berbisnis? Atau  manakah yang paling utama; hal rohani atau jasmani? Barangkali ini bisa mewakili semua kenyataan yang santer terjadi pada hari ini di mana manusia asyik bergumul dan mencari harta. Bahkan kerap kita baca, lihat, dan dengarkan bagaimana manusia kadang lebih mementingkan materi itu daripada sesama dan keluarga.

Apa yang Injil utarakan pada hari ini sungguh nyata terjadi di kalangan kita. Banyak orang kurang menjadi sempurna karena keterikatan mereka akan materi itu. Orang kaya dalam Injil batal dan gagal menjadi pengikut Yesus karena tidak mampu meninggalkan semuanya dan menjadi miskin seperti Dia.

Yesus bukan menghendaki kita hidup miskin dan melarat, tetapi hendaknya kita bermurah hati dan peduli akan sesama, terutama mereka yang miskin, hina, dan papa. Lebih dari itu, Ia meminta kepada kita supaya materi ini jangan sampai memadamkan "roh" kasih dalam diri kita untuk memupuk semangat persaudaraan. Semoga (YIS). 

 

Pelita Hati: Yesus tidak menghendaki kita hidup miskin dan melarat, tetapi hendaknya kita bermurah hati dan peduli akan sesama.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar