Minggu, 20 Mei 2012

Renungan Harian: Senin, 21 Mei 2012

Renungan Harian: Senin, 21 Mei 2012

Yoh 16:29-33

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata bahwa akan tiba saat-Nya bahwa Ia tidak lagi berbicara dengan memakai kiasan. Maka para murid berkata kepada Yesus, "Lihat sekarang Engkau berkata-kata terus terang dan Engkau tidak memakai kiasan. Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah."

Jawab Yesus kepada mereka,"Percayakah kamu sekarang? Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu dicerai-beraikan, masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."

BERSATU

Sebelum meninggal, seorang ayah memanggil keempat anaknya ke sisi tempat tidurnya. Ia ingin memberikan nasihat kepada mereka untuk senantiasa bersatu sepeninggalnya. Maka ia menyuruh anaknya mengambil sapu lidi. Kemudian, sang ayah mengambil sehelai lidi dan meminta seorang anaknya untuk mematahkannya. Ia mengatakan, "Lihat kalau lidi ini terpisah dari "kawanannya" ia gampang dipatahkan. Kemudian, si ayah menyuruh anaknya yang lain mematahkan sapu lidi yang bersatu dalam ikatan, tetapi ia tidak mampu. Dan ia menambahkan, "Kalau lidi ini bersatu, jelas sulit dipatahkan."

Dalam Injil Yesus mengatakan, "Semuanya ini Kukatakan supaya kalian mendapat sejahtera karena bersatu dengan Aku. Di dunia ini kalian menderita, tetapi tabahkan hatimu. Aku sudah mengalahkan dunia ini." Kebahagiaan, kesejahteraan, dan kedamaian adalah ganjaran dan hadiah apabila para murid bersatu dengan Yesus walau banyak tantangan dan penderitaan dalam tugas pelayanan mereka. Bersama Yesus mereka akan tetap  kuat dan kokoh.

Sapaan Yesus ini diperuntukan juga bagi kita. Hendaknya kita tetap bersatu dengan Dia walau sebagai orang Kristen, kita mendapat banyak tantangan. Sebagai kaum minoritas, kita harus memupuk kebersamaan persaudaraan di antara kita dan juga kesatuan dengan Yesus. Yesus menjanjikan kesejahteraan, kedamaian dan kebahagiaan, kalau kita tetap bersatu dengan-Nya. Kesatuan dengan Yesus, bisa kita pupuk lewat doa, pergi ke Gereja, dan membaca  firman Allah (YIS).

 

Pelita Hati: Bersama Yesus kita akan kuat dan kokoh dalam pelayanan.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar