Jumat, 25 Mei 2012

Renungan Harian: Selasa, 29 Mei 2012

Renungan Harian: Selasa, 29 Mei 2012

Mrk 10:28-31

Setelah Yesus berkata betapa sukarnya orang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah, berkatalah Petrus kepada Yesus, "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Engkau." Maka  Yesus menjawab, "Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, barangsiapa meninggalkan rumah, saudara-saudari, ibu atau bapa, anak-anak atau ladangnya, pada masa ini juga ia akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak-anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan; dan di masa datang ia akan menerima hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu  akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."

 

KERAJAAN ALLAH

Suatu hari Andi berada di ruang tunggu bandara menunggu penerbangan ke Jakarta. Tiba-tiba telepon genggam milik pria di sampingnya berbunyi. Orang-orang yang duduk berdekatan menoleh padanya. Lewat telepon genggamnya pria itu berbicara tentang bisnis. Ia bertanya: "Berapa uang yang harus saya keluarkan? Berapa banyak saya dapat?" Pertanyaan itu lazim dalam hidup kita sehari-hari.

Pertanyaan yang sama disampaikan oleh Petrus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu, apa yang akan kami peroleh?" Jawaban Yesus adalah "setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat." Jawaban Yesus itu menunjuk pada Kerajaan Allah yang Ia wartakan, kerajaan keadilan dan kedamaian di mana kita semua akan menjadi saudara dan saudari.

Jawaban Yesus itu bukan mimpi yang tidak mungkin diraih. Kenyataannya mimpi itu terus-menerus menjadi nyata di sekitar kita setiap hari. Mari kita ambil satu contoh. Pada tanggal 3 Juli 2011 yang lalu dirayakan pesta iman atas 75 tahun hadirnya Gereja Katolik di Samosir. Pastor Sybrandus, seorang Kapusin dari Belanda, pada bulan Mei 1935, pertama sekali datang ke stasi Sipinggan Harian. Selanjutnya  Pastor Diego van de Biggelaar, Pastor Benyamin Dijkstra, Pastor Beatus Jenniskens, dan lain-lain datang untuk berkarya di Pulau Samosir. Setelah 75 tahun, umat Katolik di Pulau Samosir sudah mencapai 51.792 orang. Para misionaris ini tentu punya kesulitan pribadi, serta tantangan dalam karya pastoral mereka. Tetapi hidup memang begitu, untuk melahirkan kehidupan baru (habitus baru) di mana pun kita berada, penderitaan akan selalu menyertai. Akan tetapi, penderitaan akan berakhir dengan kebahagiaan (DES).

 

Pelita Hati: Setiap pekerjaan tidak lepas dari kesulitan dan tantangan

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar