Minggu, 20 Mei 2012

Renungan Harian: Selasa, 22 Mei 2012

Renungan Harian: Selasa, 22 Mei 2012

Yoh 17:1-11a

Dalam perjamuan malam terakhir Yesus menengadah ke langit dan berdoa, "Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau. Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Anak-Mu akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya. Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk Kulakukan. Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada. Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku, dan mereka telah menuruti firman-Mu. Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal daripada-Mu. Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka, dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku ...

 

DOA KESATUAN

Doa adalah bagian yang tak terpisahkan dengan diri Yesus. Atau dengan kata lain bisa ditegaskan bahwa Yesus sendiri adalah doa. Ia selalu mencari waktu untuk berdoa, walau Ia sangat sibuk. Yesus menjadikan doa sebagai jembatan komunikasi yang sangat dalam dengan Bapa-Nya.

Dalam Injil dikisahkan Yesus berdoa kepada Allah bagi para pengikut-pengikut-Nya. Sebelum Yesus mendoakan mereka, Ia lebih dahulu "berkomunikasi" dengan Bapa-Nya perihal pelayanan, pewartaan kabar gembira. Intinya, Yesus telah melaksanakan semua tugas perutusan yang disampaikan Bapa kepada-Nya. Ia telah mengagungkan Bapa-Nya seiring dengan tuntasnya semua tugas-Nya di dunia. Yesus telah memperkenalkan Bapa-Nya dunia.

Setelah itu, Yesus mendoakan para pengikut-Nya supaya mereka tetap satu. Model kesatuan mereka adalah kesatuan Yesus dan Bapa-Nya. Yesus begitu mengasihi para pengikut-Nya. Yesus sangat peduli dengan masa depan mereka, terutama saat Ia akan berangkat ke Surga. Karena itulah, Ia membawa para pengikut-Nya dalam doa.

Yesus juga mendoakan kita supaya kita tetap bersatu sebagaimana Ia bersatu dengan Bapa-Nya. Inilah salah satu bentuk kasih-Nya yang tidak terhingga bagi kita. Doa kesatuan dan keakraban. Maka sebagaimana Yesus selalu mendoakan semua umat Kristen, kita juga harus saling mendoakan satu-sama lain. Semoga kita tergerak untuk saling mendoakan sesama kita yang membutuhkan doa-doa kita (YIS).

 

Pelita Hati: Yesus sangat mengasihi semua para pengikut-Nya bahkan sangat peduli dengan masa depan mereka.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar