Minggu, 06 Mei 2012

Renungan Harian: Rabu 9 Mei 2012

Renungan Harian: Rabu 9 Mei 2012

Yoh 15:1-8

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,

"Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya, dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya supaya berbuah lebih banyak.

Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku,  ia dibuang keluar seperti ranting yang menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, ....

 

BERBUAH DALAM KESATUAN DENGAN YESUS

Injil hari ini berbicara tentang Yesus adalah pohon anggur sejati.  Dari judul ini saja kita bisa mengurai banyak pesan dan makna. Kesatuan dengan sang pohon anggur sejati akan menghasilkan buah, sebaliknya terpisah akan mengakibatkan kegersangan, tidak berbuah, dan akhirnya akan mati. Karena itu, ada dua hal penting untuk kita: bersatu maka akan berbuah, terpisah tidak berbuah dan akan dibuang.

Yesus sendiri mengatakan, "Akulah pohon anggur sejati, dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap  cabang pada-Ku yang tidak  berbuah, dipotong-Nya, dan setiap cabang yang berbuah akan dibersihkan supaya berbuah lebih banyak. Cabang sendiri tidak akan dapat  berbuah, kecuali kalau ia tetap pada pohonnya."

Injil ini memberi gambaran konkret hidup kita sebagai umat Kristen. Kita tidak akan mampu menjalankan segala rencana hidup kalau kita terpisah dari Yesus. Kita tidak akan mampu mencapai hidup bahagia kalau kita hanya mengandalkan kekuatan diri. Kita harus menimba kekuatan, kebijaksanaan yang kita dapat dari sang pohon anggur sejati, Yesus Kristus. Maka kesatuan dengan Dia, itu mutlak bagi semua orang Kristen yang mendambakan hidupnya berbuah banyak.

Bagaimana cara sederhana dan konkret bersatu dengan Yesus? Kita tidak usah berpikir muluk dan jauh-jauh. Doa yang penuh percaya dan tulus, adalah cara yang indah. Pergi ke Gereja juga merupakan jalan yang kita imani akan mempersatukan diri kita. Intinya mengimani ajaran cinta kasih. Kesatuan akan Yesus akan memberi buah berlimpah seperti; damai, kebaikan, kebahagiaan, dan kehidupan kekal. Bersatulah dengan Dia, maka kita akan berbuah. Semoga (YIS).

 

Pelita Hati: Kesatuan dengan sang pohon anggur sejati akan menghasilkan buah, sebaliknya terpisah akan mengakibatkan kegersangan, tidak berbuah, dan akhirnya mati.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar