Rabu, 02 Mei 2012

Renungan Harian: Minggu 6 Mei 2012

Renungan Harian: Minggu 6 Mei 2012

Yoh 15:1-8

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya, dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya supaya berbuah lebih banyak. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting yang menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak, dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."

 

HANYA PADA YESUS

Seorang pria berkata pada pasangannya: "Hatiku tak bisa pindah ke lain hati." Perkataan pria itu hendak menunjukkan bahwa apa pun yang terjadi dalam kisah kasih itu, ia akan tetap setia. Hatinya hanya untuk pasangannya itu semata. Dalam hal ini, ada getaran cinta saling memberi, saling membahagiakan antara keduanya.

Demikian pula seorang yang menanam berharap akan memetik buahnya. Benih baik yang ditanam akan menghasilkan buah yang baik. Ketekunan akan membuahkan pengharapan. Ketekunan membutuhkan perhatian, pengorbanan, sapaan sebagai pupuk kehidupan. Pupuk itu akan menyuburkan tanaman sehingga menghasilkan buah yang melimpah.

Buah-buah kerinduan akan kehadiran Tuhan dalam hidup kita itulah yang diminta Yesus. Maka tinggallah senantiasa di dalam-Nya agar ada buah-buah yang berlimpah. Sebaliknya kita jangan mengatakan kita murid Kristus, apabila kita tidak mengenal Yesus Kristus secara pribadi. Maka relasi pribadi dengan Yesus harus terjalin dengan baik. Doa merupakan sarana untuk membangun relasi pribadi dengan-Nya. Karena doa merupakan saluran rahmat-Nya dalam hidup kita, sebab Yesus mengatakan: "Di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa." Mari kita bangun jaringan rohani di antara kita, sehingga menghasilkan buah yang lebat dalam kehidupan kita sehari-hari. Hatiku dan hatimu hanya tertuju pada Yesus Kristus sendiri (RBM).

 

Pelita Hati: Buah-buah kerinduan akan kehadiran Tuhan dalam hidup kita itulah yang diminta Yesus.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar