Selasa, 15 Mei 2012

Renungan Harian: Kamis 17 Mei 2012

Renungan Harian: Kamis 17 Mei 2012

Mrk 16:15-20

Pada suatu hari Yesus yang bangkit dari antara orang mati menampakkan diri kepada kesebelas murid, dan berkata kepada mereka, "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan. Tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: Mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh." Sesudah berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Tuhan Yesus ke surga. Lalu duduk di sebelah kanan Allah. Maka pergilah para murid memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

 

PERPISAHAN

Kita barangkali pernah mendengar ungkapan kaum muda, "Kalau ada pertemuan pasti ada perpisahan. Bukan perpisahan yang kutangisi namun pertemuanlah yang kusesali. Atau perpisahan selalu membawa kesedihan."

Momen perpisahan inilah yang kita rayakan pada hari ini, yakni Yesus naik ke Surga. Barangkali para murid dihinggapi beberapa perasaan seperti sedih, kehilangan atau bahkan ketakutan, karena sang Guru tidak lagi bersama mereka. Sebagai murid yang telah hidup bersama dengan Yesus dan mengalami suka duka bersama, perasaan itu sangatlah lumrah dan manusiawi. Tetapi Yesus sudah mensosialisasikan hal ini sebelum kepergian-Nya. Bahkan Yesus menegaskan bahwa Ia tidak akan meninggalkan mereka seorang diri. Ia menjanjikan Roh Kudus, yang akan menemani, membimbing, dan mengarahkan mereka.

Satu poin yang ditegaskan Yesus waktu Ia naik ke Surga ialah perintah kepada para murid untuk pergi ke seluruh dunia dan mewartakan kabar gembira. Yesus menghendaki supaya pewartaan jangan stop, tetapi tetap berjalan sebagaimana biasa kendati Ia telah berangkat.

Ada dua pesan sederhana dari peristiwa kenaikan Yesus hari ini. Pertama, Yesus telah naik diiringi dengan sorak sorai, tetapi Ia tidak meninggalkan kita seperti yatim piatu. Kedua, Yesus juga memberi tugas kepada kita untuk mewartakan kabar gembira. Baptisan dan status kita sebagai orang Kristen, memberi tugas dan kewajiban yang sama, "menghadirkan" Kerajaan Allah dengan cara dan status hidup kita. Roh Kudus yang sama akan membantu kita dalam tugas perutusan kita (YIS).

 

Pelita Hati: Baptisan dan status kita sebagai orang Kristen memberi tugas dan kewajiban kepada kita untuk menghadirkan Kerajaan Allah dengan cara dan status hidup kita.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar