Kamis, 31 Mei 2012

Renungan Harian: Jumat 1 Juni 2012

Renungan Harian: Jumat 1 Juni 2012

Mrk 11:11-26

Pada waktu Yesus tiba di Yerusalem, Ia masuk ke bait Allah, dan meninjau semuanya. Tetapi karena hari sudah hampir malam, ia keluar ke Betania bersama kedua belas murid-Nya. Keesokan harinya, sesudah mereka itu meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu tiba di situ Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. Maka Yesus berkata kepada pohon itu, "Jangan lagi seorang pun makan buahmu selama-lamanya!" Ucapan itu terdengar pula oleh para murid. Maka Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Yerusalem.

Sesudah masuk ke bait Allah, mulailah Yesus mengusir orang-orang yang berjual beli di halaman bait Allah. Meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dibalikkan-Nya, dan Ia tidak mengizinkan orang membawa barang-barang melintasi halaman bait Allah. Lalu Ia mengajar mereka, "Bukankah ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? Tetapi kalian ini telah...

 

DOA DAN PENGAMPUNAN

Pernahkah kamu melihat burger? Sebuah burger terdiri dari dua potong roti yang di tengah-tengahnya diselipkan sesuatu, entah daging, tomat atau sayur. Burger ini dapat dipakai sebagai analogi untuk menjelaskan tentang hidup rohani. Apa yang diselipkan di antara dua potong roti dapat disebut sebagai "perkembangan hidup rohani". Lalu, kedua potong roti disebut apa? Kedua bacaan hari ini memberi jawaban atas pertanyaan tersebut.

Dalam bacaan pertama disampaikan bahwa tidak ada hidup rohani maupun perkembangannya tanpa doa. Sementara di dalam Injil Tuhan mengatakan bahwa tidak ada doa tanpa pengampunan. Hidup rohani kita berpijak atas kedua hal tersebut. Hal pertama adalah doa, dan yang kedua pengampunan. Di dalam bacaan pertama, surat pertama Rasul Petrus, disampaikan bahwa jika kita ingin mengampuni, maka kita harus berdoa. Sebab bila kita bukan seorang pendoa, maka kita tidak akan sanggup mengampuni. Pengampunan merupakan sebuah tindakan spiritual. Pengampunan adalah rahmat dari Tuhan. Jika kita bukan seorang pendoa, maka kita tidak akan mampu menemukan rahmat Tuhan di dalam hati kita untuk mengampuni seseorang yang menyakiti kita.

Sementara itu Injil berbicara dari sudut yang berbeda. Katanya, jika kita ingin berdoa, maka pertama-tama kita harus mengampuni. Sebab jika kita tidak mengampuni, maka kita tidak akan mampu berdoa dengan benar. Jika kita menolak untuk mengampuni, maka ketika berdoa, kita hanya berkata-kata, tetapi tanpa makna. Karena kata-kata yang kita sampaikan tidak mendarat lewat pengampunan (DES).

 

Pelita Hati: Berdoa dan mengampuni adalah dua hal yang tidak terpisahkan

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar