Minggu, 08 April 2012

Renungan Harian: Senin 9 April 2012

Renungan Harian: Senin 9 April 2012

Mat 28: 8-15

Pada waktu itu, perempuan-perempuan pergi dari kubur, diliputi rasa takut dan sukacita yang besar. Mereka berlari cepat-cepat untuk memberitahukan kepada para murid bahwa Yesus telah bangkit. Tiba-tiba Yesus menjumpai mereka dan berkata, "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya, dan memeluk kaki-Nya dan menyembah-Nya. Maka kata Yesus kepada mereka, "Jangan takut! Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."  Ketika mereka masih di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga makam Yesus ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala. Dan sesudah berunding dengan kaum tua-tua, mereka mengambil keputusan, lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu dan berkata, "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid Yesus datang....

 

BERANI JADI SAKSI KRISTUS

Dalam beberapa tahun terakhir banyak kemajuan dalam pembangunan fisik di wilayah Indonesia. Tidak luput orang juga membuat makam-makam yang indah dengan penuh hiasan yang menarik. Ada makam keluarga, ada makam marga. Semua mengalir dari suatu sikap rasa hormat kepada orangtua atau leluhur. Mereka membuat makam itu untuk dapat berbicara dan menyampaikan pesan: hormatilah orangtuamu! Jagalah baik-baik kesatuan dan keluhuran martabat leluhurmu.

Beda dengan makam Yesus. Makam telah kosong. Bagaimana dapat dipercaya bahwa Yesus bangkit? Mungkinkah jenazah Yesus dicuri orang? Pikiran ini dapat menggoda siapa saja. Kematian adalah pukulan berat bagi manusia. Kematian dapat membutakan dan menggelapkan pikiran hati manusia. Para murid juga tak luput dalam keraguan ketika Yesus, Guru, dan Mesias harus sengsara,wafat dan dimakamkan. Para wanita juga jadi lesu dan sempat ragu-ragu, tak percaya.

Makam Yesus kosong bukanlah bukti satu-satunya kebangkitan. Prokontra hal biasa dalam memahami misteri iman. Bagi para murid makam jadi pusat perhatian, kepercayaan, kegembiraan, dan kekaguman. Namun, bagi yang tidak percaya makam adalah batu sandungan dan hambatan untuk melihat kehidupan yang baru. Pengalaman kebangkitan Kristus membuka cakrawala baru untuk percaya pada-Nya. Terbuka untuk berani jadi saksi Kristus. Bukan menceritakan kabar bohong. Kejahatan dimulai dengan kebohongan, karena kebohongan satu akan diikuti oleh kebohongan lainnya (BTK).

 

Pelita Hati: Jangan takut untuk mengatakan yang benar!

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar