Jumat, 27 April 2012

Renungan Harian: Senin 30 April 2012

Renungan Harian: Senin 30 April 2012

Yoh 10: 1-10

Sekali peristiwa Yesus berkata kepada orang-orang Farisi, "Aku berkata kepadamu : Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok ; tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba. Untuk dia penjaga membuka pintu, dan domba-domba mendengarkan suaranya ; ia memanggil dombanya, masing-masing menurut namanya, dan menuntunnya keluar. Jika semua dombanya telah dibawanya keluar ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari daripadanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal.' Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mengerti apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka. Maka kata Yesus sekali lagi,"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu kepada domba-domba itu. Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka. Akulah pintu ; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat ; ia akan masuk dan keluar, dan menemukan padang rumput. Pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyai dalam segala kelimpahan."

YESUS ADALAH PINTU

Ada iklan menarik yang lazim kita tonton atau dilihat di televisi. Iklan itu berbunyi demikian: "Jalan pintas dianggap pantas". Iklan ini sarat makna dan sorotannya adalah sifat manusia yang selalu menginginkan hasil besar tanpa perjuangan dan usaha. Hal ini tentu sangat bertentangan dengan aturan atau sistem dalam suatu unit usaha.

Yesus menyatakan diri-Nya sebagai pintu bagi domba-domba-Nya. Pintu merupakan jalan masuk ke dalam rumah. Mereka yang memakai prinsip jalan pintas dianggap pantas dengan memanjat tembok atau membongkar rumah merupakan pencuri alias maling. Pencuri selalu mempunyai maksud jahat. Maka, lewat pernyataan ini, Yesus mewartakan warta gembira bagi kita. Yesus dengan tegas dan jelas mengajak kita agar menjadikan-Nya sebagai satu-satunya jalan dalam hidup.

Maka, kita mesti menata ulang iman kepercayaan kita agar menjadikan Yesus sebagai satu-satunya pintu, jalan menuju hidup kekal. Bersediakah kita melakukan hal demikian? Jangan-jangan kita merupakan salah satu dari orang yang selalu mencari jalan pintas. Jika demikian, mari kita ubah sebelum terlambat dengan menata ulang iman kita dengan menjadikan Yesus satu-satunya pintu menuju hidup kekal (RBM).

Pelita Hati:Yesus satu-satunya pintu, jalan menuju hidup yang kekal.

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar