Minggu, 15 April 2012

Renungan Harian: Selasa 17 April 2012

Renungan Harian: Selasa 17 April 2012

Yoh 3:7-15

Dalam percakapannya dengan Nikodemus. Yesus berkata, "Jangan-lah engkau heran karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. Angin bertiup ke mana ia mau; engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu darimana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh." Nikodemus menjawab, katanya, "Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?" Jawab Yesus, "Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui, dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami. Kamu tidak percaya waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal surgawi, bagaimana kamu akan percaya kalau Aku akan berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal surgawi? Tidak ada seorang pun yang telah naik ke surga, selain Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak Manusia. Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal."

 

TIDAK PERCAYA

Kini budaya instan menggerogoti hidup setiap orang. Dalam budaya instan ini kita terancam kehilangan akar. Hal itu karena semua hal dapat kita peroleh dengan cepat tanpa harus bekerja keras. Kebudayaan ini pun akan ikut melanda cara hidup beriman kita, jika kita tidak hati-hati menyikapinya.

Dalam Injil hari ini Yesus berpesan: "Kamu tidak percaya waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal surgawi?" Krisis iman dimulai dengan krisis ketidakpercayaan demikian. Hal-hal duniawi ini pun begitu sulit untuk kita percayai, bagaimana pula halnya dengan hal-hal surgawi yang kita tidak tahu dari mana datangnya atau ke mana perginya.

Lewat kemampuan kita melaksanakan tugas sehari-hari kiranya kita sampai pada kesadaran bahwa Tuhanlah yang telah menciptakan semua itu, sungguh Agung. Dia merupakan asal dan tujuan hidup kita. Kita hanya pemakai bahan ciptaan Tuhan yang kepada-Nya kita percaya. Maka selayaknyalah kita memuji-Nya setiap hari dalam setiap hidup kita. Pujian kepada Tuhan merupakan wujud dari kepercayaan kita. Mari kita percaya selalu hanya kepada-Nya sebagaimana St. Anicetus yang pestanya dirayakan hari ini (BTK).

 

Pelita Hati Mari memuji Tuhan sang pemberi hidup.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar