Selasa, 03 April 2012

Renungan Harian: Sabtu 7 April 2012

Renungan Harian: Sabtu 7 April 2012

Mat 28:1-10

Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur Yesus. Maka terjadilah gempa bumi yang hebat, sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke kubur Yesus dan menggulingkan batu penutup kubur itu, lalu duduk di atasnya. Wajahnya bagaikan kilat, dan pakaiannya putih bagaikan salju. Para penjaga kubur itu gemetar ketakutan, dan menjadi seperti orang-orang mati. Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu, "Janganlah kamu takut! Aku tahu bahwa kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia dibaringkan. Maka pergilah segera dan katakanlah kepada murid-murid-Nya, bahwa Yesus telah bangkit dari antara orang mati. Ia kini mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya, akulah yang telah mengatakannya kepadamu." Maka mereka segera pergi dari kubur itu, diliputi rasa takut dan sukacita yang besar. Mereka berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. Tiba-tiba Yesus menjumpai mereka dan berkata, "Salam bagimu!" Mereka mendekati-Nya, memeluk kaki-Nya ...

 

BUAH KEBANGKITAN ADALAH HIDUP

Renungan pagi berhenti pada peristiwa makam. Semua seakan berhenti, kosong tapi ada kekuatan energi yang dirasakan. Selesai kerja keras orang butuh istirahat. Setelah hari-hari rapat berlalu perlu refresing. Allah juga dalam karya penciptaan dilukiskan "perlu waktu istirahat"- berhenti bekerja pada hari ketujuh (Kej 2: 2). Pada waktu Yesus dimakamkan kita juga butuh berhenti sejenak, merenung sejenak untuk menghilangkan rasa ketakutan memandang misteri kematian.

Ketika malam kita semua berkumpul dalam kegelapan. Lambang kematian melingkupi kita. Namun, secara nyata api dinyalakan dan datanglah terang. Cahaya kebangkitan Kristus dibagikan dan serentak kita berseru dan bernyanyi gembira: "Kristus Cahaya Dunia". Syukur kepada Allah. Kegelapan diusir dari tengah kita. Cara Allah berkarya melalui Yesus Kristus yang bangkit telah menggerakkan kita semua. Energi panas jadi kekuatan dahsyat bagi iman yang lemah, tak berdaya. Bersama Kristus yang jaya kalahkan maut, kini nampak ada senyuman kegembiraan. Alleluya bersama gema Pujian Paskah (Exultet). Jangan mencari Yesus lagi dalam makam, karena Dia telah bangkit. Ingatlah bahwa air baptis membawa kita pada hidup bersama Yesus.

Ternyata kematian tidak menghentikan semua untuk selamanya. Buah kematian bukan lagi tinggal dalam makam, tetapi buahnya adalah kehidupan. Orang beriman harus tetap punya  pengharapan untuk hidup bersama Kristus. Kebenaran ini perlu iman yang mendalam (BTK).

 

Pelita Hati: Tanpa iman, orang tak sanggup memahami Paskah kebangkitan!

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar