Selasa, 10 April 2012

Renungan Harian: Sabtu 14 April 2012

Renungan Harian: Sabtu 14 April 2012

Mrk 16: 9 -15

Setelah Yesus bangkit dari antara orang mati, pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Daripadanya Yesus pernah mengusir tujuh setan. Lalu Maria Magdalena pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis. Tetapi ketika mereka mendengar bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya. Sesudah itu Yesus menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari para murid, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota. Ketika mereka kembali dan memberitahukan kepada teman-teman yang lain, kepada mereka pun teman-teman itu tidak percaya. Akhirnya Yesus menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan. Yesus mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya. Lalu Yesus berkata kepada mereka, "Pergilah ke seluruh dunia, beritakan Injil kepada segala makhluk!"

 

RAGU-RAGU BAGIAN DARI IMAN

Saat testing ujian masuk perguruan tinggi, Anto mengalami keraguan apakah ini pilihannya sendiri atau orangtuanya. Orangtua ingin agar dirinya jadi dokter. Namun,  suara hatinya tidak. Dirinya ingin menjadi seorang insinyur. Dalam keraguan demikian Anto berharap agar hasil testing tidak masuk ke kedokteran.

Beriman bukan segalanya lancar dan jelas. Banyak hal yang tidak jelas dalam perjalanan hidup ini. Bahkan orang yang memilih jalan jadi biarawan-biarawati pun ada yang masih ragu-ragu dengan pilihan hidupnya. Demikian pula orang yang mau berumah tangga juga digoyang rasa ragu-ragu apakah memang itu pasangan hidupnya. Jangan-jangan nanti kandas di tengah jalan.

Peristiwa kebangkitan tidak gampang diterima. Para murid sebagai saksi mata saja mengalami keraguan itu. Untuk menerima kenyataan itu para murid butuh proses. Yesus sendiri ikut terlibat untuk membina kembali iman mereka. Bahkan mencela sikap kurang percaya dari murid-murid. Berulang-ulang Yesus menampakkan diri-Nya agar mereka makin percaya. Ya ... iman tetap terbuka terhadap keraguan. Ragu-ragu adalah bagian dari perjalanan iman. Namun, satu hal ini yang boleh kita imani bahwa kasih setia Allah jauh lebih besar dari keraguan manusia. Mewartakan kebangkitan-Nya adalah wujud kepercayaan kita (BTK).

 

Pelita Hati: Marilah kita memadahkan alleluya dengan suara kita dan dengan hati, dengan bibir dan hidup kita. (St. Agustinus)

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar