Minggu, 01 April 2012

Renungan Harian: Rabu 4 April 2012

Renungan Harian: Rabu 4 April 2012

Mat 26: 14-25

Sekali peristiwa pergilah seorang dari keduabelas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. Ia berkata,"Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Dan mulai saat itu Yudas mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus. Pada hari pertama dari hari raya roti tak beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata, "Dimanakah Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?"Jawab Yesus,"Pergilah ke kota, kepada si anu, dan katakan kepadanya: Beginilah pesan Guru: Waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku." Lalu murid-murid melakukan seperti apa yang ditugaskan Yesus kepada mereka, dan mempersiapkan Paskah. Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan keduabelas murid itu. Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata, "Aku berkata kepadamu, Sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku." Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya, "Bukan aku, ya Tuhan?" Yesus menjawab, "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan....

 

HATI SEORANG MURID

Kita semua tentu pernah duduk di bangku sekolah. Banyak kenangan tak terlupakan tentang sekolah. Saat-saat menyenangkan seakan memanggil kita untuk mengadakan reuni. Entah reuni dengan teman SD, SMP, SMA atau teman kuliah. Tapi banyak yang dilupakan bahwa tuntutan menjadi seorang murid, mahasiswa-i adalah kepandaian dalam hal mendengarkan.

Madah "hamba Tuhan" yang ketiga dalam bacaan pertama ini menampilkan Pribadi yang mencari, bersedia mendengarkan, dan menimba kehendak Tuhan. Bagaimana kita mewartakan Sabda Tuhan kalau tidak mendengarkan kehendak-Nya? Kerelaan dan usaha mencari ajaran-Nya adalah sikap seorang murid.

Yesus juga mendidik para rasul dan orang banyak, tetapi beda-beda dalam mendengarkan. Di antara para rasul pun ada yang belum yakin pada Yesus. Yudas Iskariot jadi pengkhianat. Rasul lain masih sempat bertanya dengan ragu-ragu: "Sayakah Tuhan yang Kaumaksudkan itu?" Yesus bukan jadi korban pengkhianatan tapi karena pilihan tetap setia kepada Bapa yang mengutus-Nya.

Dalam hidup kita tidak jarang terjadi kekecewaan, luka hati mendalam bahkan kemarahan hebat karena merasa dikhianati oleh orang terdekat. Seperti pasangan hidup, teman kerja atau oleh sahabat. Masihkah kita melihat kebersamaan Yesus dalam hidup demikian atau lari menjauhi Dia?  (BTK)

 

Pelita Hati: "Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman" ( 2 Tim 4 : 7 ).

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar