Senin, 30 April 2012

Renungan Harian: Rabu 2 Mei 2012

Renungan Harian: Rabu 2 Mei 2012

Yoh 12: 44-50

Sekali peristiwa Yesus berseru di hadapan orang-orang Farisi yang percaya kepada-Nya, "Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia percaya bukan kepada-Ku, tetapi kepada Dia yang telah mengutus Aku ; dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia yang telah mengutus Aku. Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, bukan aku yang menjadi hakimnya, sebab aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan ; itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman. Sebab bukan dari diri-Ku sendiri Aku berkata-kata, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku, untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana difirmankan oleh Bapa kepada-Ku."

 

PENGHAKIMAN

Suatu hari seorang pencuri tertangkap tangan sedang beraksi. Semua orang memukul, menendang, menampar, pencuri itu hinggga nyaris tewas. Sungguh ironis, padahal pada masyarakat selalu disuguhkan slogan "jangan main hakim sendiri, tetapi serahkan kepada pihak yang berwenang untuk melakukan proses penghakiman sesuai undang-undang". Begitu mudah orang menghakimi seseorang yang dianggap bersalah.

Injil hari ini mengetengahkan kepada kita bagaimana sikap Yesus akan penghakiman. Yesus sendiri berkata: "Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, tetapi untuk menyelamatkannya." Hal ini berarti bahwa tugas utama Yesus bukanlah sebagai hakim atas dunia melainkan untuk menyelamatkan dunia. Yesus sendiri telah mengatakan bahwa yang menjadi hakim dan berhak menghakimi dunia adalah Bapa-Nya yang di surga. Bapa sendiri sebagai hakim atas dunia tidak ingin umat-Nya dihakimi. Karena itu, Bapa mengutus Putra-Nya ke dunia sebagai terang untuk menerangi jalan hidup manusia menuju kehidupan yang kekal dan terhindar dari penghakiman.

Kita dipanggil Yesus untuk ambil bagian dalam tugas perutusan-Nya membawa terang keselamatan pada dunia, bukan untuk menghakimi dunia. Sanggupkah kita menjadi terang dan cahaya bagi sesama yang berada dalam kegelapan? Atau jangan-jangan kita merupakan orang yang mudah menghakimi sesama, yang sebenarnya bukan hak dan wewenang kita (RBM).

 

Pelita Hati: Kita dipanggil Yesus untuk ambil bagian dalam tugas perutusan-Nya membawa terang keselamatan pada dunia, bukan untuk menghakimi dunia.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar