Minggu, 01 April 2012

Renungan Harian: Minggu 1 April 2012

Renungan Harian: Minggu 1 April 2012

Mrk 15:1-39

Ketika Yesus dan para murid-Nya telah mendekati Yerusalem, di dekat Betfage dan Betania yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya dengan pesan, "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu. Pada waktu kamu masuk di kampung itu, kamu akan segera menemukan seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskan keledai itu, dan bawalah kemari. Jika ada orang bertanya kepadamu 'Mengapa kamu melakukan itu', jawablah 'Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya ke sini'. Kedua murid itu pun pergi, dan menemukan seekor keledai muda tertambat di depan pintu di luar, di pinggir jalan. Lalu mereka melepaskannya. Dan beberapa orang yang ada di situ bertanya kepada mereka, "Apa maksudnya kamu melepaskan keledai itu?" Lalu mereka menjawab seperti yang sudah dikatakan Yesus. Maka orang-orang itu membiarkan mereka. Kedua murid tadi membawa keledai itu kepada Yesus, dan mengalasinya dengan pakaian mereka. Kemudian Yesus naik ke atasnya. Banyak orang menghamparkan pakaian mereka di jalan, ada pula yang menyebarkan ranting-ranting hijau yang mereka ambil dari ladang. Orang-orang yang berjalan di depan dan mereka yang mengikuti dari belakang...

 

SETIA SAMPAI AKHIR

Yesus berkeliling untuk mewartakan Kabar Gembira kepada dunia. Pengajaran-Nya dapat menyapa siapa saja. Bahkan orang yang miskin ikut tersapa melalui pengajaran-Nya. Puncak pengabdian-Nya justru penolakan, banyak orang yang tidak setia kepada-Nya bahkan berubah jadi lawan-lawan-Nya.

Tugas perutusan Yesus dilaksanakan dengan sabda dan tindakan-Nya. Dia siap melaksanakan tugas ini meski maut telah menunggu-Nya. Kristus hari ini datang sebagai Raja keturunan Daud: "Hosana Putra Daud. Terberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan". Dia tidak gentar ketika banyak orang berteriak: "Salibkanlah Dia". Dia mau setia sampai akhir kepada Bapa yang mengutus-Nya.

Tugas yang penuh risiko dijalani. Pertama. Pada hari ini kita layak bersyukur karena Kristus datang sebagai Raja, bukan dengan penuh kuasa dan sewenang-wenang, tetapi sikap dan perbuatan kita yang penuh kelembutan. Dia mau berkorban untuk kita dengan keselamatan seluruh umat manusia. Kedua: belajar kesetiaan Yesus kepada Bapa meski banyak tantangan yang menentang. Buah kesetiaan adalah kebangkitan-Nya pada hari ketiga dengan penuh sukacita.

Jangan bertindak sebagai kawan hanya sesaat, di muka dia memuji Yesus tapi di balik itu justru jadi pengkhianat. Marilah kita bangun semangat "tetaplah setia sampai akhir". Mulai hari ini kita memasuki Pekan Suci. Kita ikuti perjalanan Yesus sampai ke bukit Kalvari dengan bersedia setia sampai akhir pula (BTK).

 

Pelita Hati: Jangan takut akan hidup, percayalah bahwa hidup itu amatlah berharga.

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar