Rabu, 18 April 2012

Renungan Harian: Kamis 19 April 2012

Renungan Harian: Kamis 19 April 2012
Yoh 3:31-36
Yohanes pembaptis memberi kesaksian tentang Yesus di hadapan murid-muridnya, "Siapa yang datang dari atas ada di atas semuanya ; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari surga ada di atas semuanya.
Ia memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya dan yang di dengar-Nya, tetapi tak seorang pun menerima kesaksian-Nya itu. Siapa yang menerima kesaksian-Nya, ia mengakui bahwa Allah adalah benar. Sebab siapa yang diutus Allah Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas. Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya. Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal ; tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya."

ALLAH MAHABENAR

Dalam hidup ini kita sering dihadapkan pada dua pilihan, yakni memilih kebenaran atau ketidakbenaran. Apa yang dimaksud dengan kebenaran? Pertanyaan inilah yang ditanyakan Pilatus ketika mengadili Yesus. Pilatus tidak mengenal kebenaran yang dibawa oleh Yesus sehingga ia menanyakan artinya sebagaimana lazim ditanya orang saat ini.
Siapa berasal dari bumi termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari surga adalah di atas segalanya. Banyak orang berdebat panjang untuk mempertahankan kebenarannya shingga tidak jarang sampai bertengkar dan membunuh. Yesus sendiri pun mengalami bagaimana kejamnya kebenaran dalam bahasa bumi ini sehingga Ia wafat di salib. Ia menderita, didera, disiksa, diolok-olok. Dengan penderitaan ini Yesus menunjukkan kepada kita bahwa penderitaan benar-benar bagian tak terelakkan bagi kita penghuni bumi ini.
Kepercayaan kita pada Yesus bukan berarti kita akan lolos dari penderitaan di bumi ini. Tapi kita percaya bahwa berkat sabda dan hidup-Nya kita akan mampu menerima penderitaan dengan tabah dan kuat. Kekuatan kita terhadap derita itu akan menyatukan derita kita dengan derita Yesus. Kita akan makin kuat apabila kita menerima, yakin, dan mengakui bahwa Allah mahabesar (RBM).

Pelita Hati: Kepercayaan kita pada Yesus bukan berarti kita akan lolos dari penderitaan di bumi.

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.


Pax et Bonum

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar