Minggu, 08 April 2012

Renungan Harian: Kamis 12 April 2012

Renungan Harian: Kamis 12 April 2012

Luk 24:35-48

Dua murid yang dalam perjalanan ke Emaus ditemui oleh Yesus yang bangkit, segera kembali ke Yerusalem. Mereka menceritakan kepada saudara-saudara apa yang telah terjadi di tengah jalan, dan bagaimana mereka mengenali Yesus pada waktu Ia memecah-mecahkan roti. Sementara mereka bercakap-cakap tentang hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, "Damai sejahtera bagi kamu!" Mereka terkejut dan takut, karena menyangka bahwa mereka melihat hantu. Akan tetapi Yesus berkata kepada mereka, "Mengapa kamu terkejut, karena hantu kan tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku." Sambil berkata demikian ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka. Dan ketika mereka belum juga percaya karena girang dan masih heran, berkatalah Yesus kepada mereka, "Adakah padamu makanan di sini?" Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka. Yesus berkata kepada mereka, "Inilah perkataan yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih....

 

RASA DAMAI DAN BAHAGIA

Sudah beberapa tahun Anita tidak pulang ke rumah orangtua. Ia lama diperantauan karena tugas dan pekerjaannya. Komunikasi mereka pun hanya lewat telepon atau handphone saja.  Suatu hari pulang  ia ke rumah dan terkejut ternyata ibunya sudah 2 tahun sakit di pembaringan, tapi tak ada yang memberi tahu. Ibu dan putrinya berpelukan dan air mata tak tertahankan lagi. Pelan-pelan ibunya ceria dan berkata :" Anita, ibumu sekarang sembuh, karena kerinduan padamu telah terpenuhi. Terima kasih kau datang ya sayang".Benar, ibu itu mulai bangun. Ada semangat baru yang luar biasa.

Keajaiban sering muncul tanpa kita duga. Mungkin tanpa kita sadari bahwa Allah terus berkarya. Ada juga yang mengira bahwa semua itu karena kekuatan manusia. Lihat dalam refleksi kedua murid yang balik dari Emaus. Mereka berubah setelah bertemu dengan Yesus yang bangkit mulia. Apalagi dalam pengalaman ini mereka kembali bertemu dengan Yesus yang menyapa :" Damai sejahtera bagi kamu !" Kekuatan baru telah meresapi mereka. Keraguan telah sirna. Tanda dan sarana yang mempertemukan bahwa Yesus sungguh telah bangkit dan menjadi Tuhan mereka. Perjumpaan ini bukan perkara yang mudah. Para murid harus dibina, dididik oleh Yesus sendiri yang bangkit.

Pertobatan adalah kabar gembira. Pertobatan adalah tawaran untuk menerima kembali rahmat kasih Allah yang membaharui hidup kita. Damai sejahtera bersumber pada kasih Allah sendiri, bukan karena kekuatan manusia. Semoga damai sejahtera itu tinggal di dalam keluarga, pekerjaan, dan cita-cita kita ( BTK ).

 

Pelita Hati: Derita-derita adalah sarana yang memurnikan roh (St. Paulus dari Salib)

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar