Selasa, 10 April 2012

Renungan Harian: Jumat 13 April 2012

Renungan Harian: Jumat 13 April 2012

Yoh 21: 1-14

Sesudah bangkit dari antara orang mati, Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias. Ia menampakkan diri sebagai berikut : Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid Yesus yang lain. Kata Simon Petrus kepada mereka,"Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya,"Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai;

akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepada mereka, "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk pauk?" Jawab mereka,"Tidak ada!" Maka kata Yesus kepada mereka,

"Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh."

Lalu mereka menebarkannya, dan mereka tidak dapat menariknya  lagi karena banyaknya ikan. Maka murid yang dikasihi Yesus berkata kepada Petrus, "Itu Tuhan!" Ketika Petrus mendengar bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau. Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena...

ITU TUHAN!

Kegagalan sering membuat orang frustrasi, malas, takut, minder. Namun, ada yang berpendapat bahwa kegagalan adalah pengalaman untuk menjadi guru kehidupan. Karena kegagalan orang terus berani mencoba lagi. Berapa kali Edison mengalami kegagalan sampai akhirnya menemukan bola lampu listrik? Berkat kegagalannya berkali-kali akhirnya dia tersenyum, karena sekarang orang lupa siapa penemu bola lampu. Padahal orang menggerutu kalau tidak ada penerangan listrik. Kita gampang melupakan!

Pada saat para rasul ditinggalkan oleh Yesus yang tidak hadir lagi di tengah mereka, mereka juga frustrasi. Mereka beranggapan ada kegagalan. Untuk apa mempertahankan diri di Yerusalem? Mereka kembali pada tugas, pekerjaan sebelumnya. Mereka mau melupakan pendidikan, pengajaran, dan kebersamaan dengan Yesus. Ternyata Yesus yang mencari dan mengembalikan iman mereka.

Kegagalan bukan halangan bagi orang beriman untuk mengalami kehadiran Tuhan. Iman itu berarti taat, setia, dan pasrah kepada kehendak Tuhan. Pasrah bukan berarti pasif dan tidak berbuat apa-apa. Kita tidak terus-menerus bertanya apa yang akan diberikan Tuhan. Pasti Tuhan tahu yang kita butuhkan. Bahkan secara berlimpah ruah tanpa kita duga. Seperti para murid, kita berani berkata dan bersaksi  bahwa Yesus itu Tuhan karena Dia hidup! ( BTK).

 

Pelita Hati: Salib bukan kegagalan. Salib adalah teladan segala kebajikan. (St.Thomas Aquinas).

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar