Sabtu, 17 Maret 2012

Renungan Harian: Senin 19 Maret 2012

Renungan Harian: Senin 19 Maret 2012

Mat 1:16.18-21.24a

Menurut silsilah Yesus Kristus, Yakub memperanakkan Yusuf, suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus. Sebelum Kristus lahir, Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf. Ternyata Maria mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati, dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika Yusuf mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata, "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Maria akan melahirkan anak laki-laki, dan engkau akan menamai Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya.

 

TELADAN HIDUP

St. Yosef yang kita rayakan hari ini merupakan seorang kudus yang pantas diteladani. Ia mencari Yesus dengan penuh jiwa seorang Bapak yang penuh kasih sayang, setia sampai ia menemukan-Nya. Menghadapi kenyataan hidup dengan setia, benar, tepat, berdiam diri, jujur dan tanpa pernah mengeluh sama sekali. Kesederhanaan, kesetiaan, dan kebenaran yang ditunjukkan St. Yosef kiranya membangkitkan semangat hidup kita untuk berbuat kebaikan.

Mencari Yesus bukanlah dengan kegelisahan dan keragu-raguan. Tapi dengan tenang dan berdiam diri. Sedang demikian, tak jarang kita kehilangan jejak kaki Yesus. Maka dalam mencari-Nya dibutuhkan kesetiaan dan kesabaran bahkan usaha keras dan niat kuat untuk menemukan-Nya. Tanpa usaha keras yang dibarengi dengan keikhlasan niscaya kita akan menemukan-Nya. Hal paling hakiki, jangan pernah putus asa, teruslah mencari hingga menemukan-Nya.

Apakah kita berusaha mencari-Nya kembali seperti St. Yosef dan St. Maria? Mungkinkah kita kehilangan fokus, karena hati, jiwa serta pikiran kita tidak sederhana seperti St.Yosef? Kiranya kita bukan orang yang mudah menyerah dalam mencari-Nya. Penyerahan kita akan membuat kita makin jauh dari pencarian kita akan Yesus yang sungguh sangat mencintai kita (SKb).

 

Pelita hati: "Hidup yang sederhana, meningkatkan cinta, hidup doa dan suasana hati kita. Keabadian membagkitkan hidup kita untuk tetap berserah pada-Nya."

 

Diambil dari Nyalakanlah Pelita Hatimu, Renungan Harian 2012, Penerbit Bina Media Perintis, Medan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar